Pemerintah Minta Masyarakat Tidak Lanjutkan Eksodus dari Wamena

Penulis -

Sabtu, 5 Oktober 2019 - 00:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto meminta masyarakat agar tidak meninggalkan Kabupaten Wamena, Provinsi Papua, dan melanjutkan kehidupan di sama. Ia menegaskan, pemerintah akan terus berusaha sekuat tenaga untuk memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat di daerah tersebut.

“Tentu kami, aparat keamanan, aparat kepolisian, dan aparat TNI akan terus berusaha sekuat tenaga memberikan jaminan keamanan agar trauma ini bisa segera hilang dan mereka bisa kembali bekerja seperti biasa,” kata Wiranto kepada wartawan di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Jumat (4/10).

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Jaminan keamanan, lanjut Menko Polhukam, juga diberikan oleh para tokoh serta ketua adat yang ada di sana agar masyarakat tidak eksodus dan melanjutkan kehidupan di sana.

Menurut Menko Polhukam, rata-rata masyarakat yang berasal dari Minang dan Sulawesi Selatan telah memberikan suatu kehidupan ekonomi di daerah-daerah terdampak dengan berdagang. Karena itu, apabila eksodus benar-benar terjadi maka roda perekonomian di sana bisa macet bahkan mati.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Kita meminta kesadaran masyarakat Wamena dan daerah terdampak kerusuhan untuk menyadari ini sehingga juga memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat-masyarakat pendatang, yang notabene memang mereka lah yang mengambil kunci roda kehidupan ekonomi di daerah itu,” ucap Wiranto.

Menko Polhukam Wiranto juga berharap agar masyarakat yang bergerak di media sosial untuk membantu mendinginkan suasana serta membantu masyarakat agar bisa segera menghilangkan trauma akibat kerusahan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Ia meyakinkan, bahwa sampai saat ini aparat keamanan terus mengejar para pelaku kerusuhan. “Kita sedang terus mengejar siapa yang melakukan aksi-aksi seperti ini, aksi provokasi dan sebagainya,” tegasnya.

Menurut Menko Polhukam serangan-serangan kemarin itu dilakukan oleh KKB, kelompok bersenjata mereka, dan mereka itu dapat instruksi langsung dari Benny Wenda untuk menyerang masyarakat pendatang dan melakukan kerusuhan di beberapa kota. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB