Daerah

Pasca Terpuruknya Truk Pengangkut CPO di Jembatan Darurat Sungai Paku, Muatan Lebih 20 Ton Dilarang Lewat

Dibaca : 391

Pasaman Barat, Prokabar — Pasca kejadian terpuruknya satu unit truck pembawa Crude Palm Oil (CPO), kondisi jalan di jembatan darurat Sungai Paku tidak lagi boleh dilewati truk pengangkut CPO. Aturan ini berlaku bagi truck yang membawa CPO lebih dari 20 ton beratnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pasaman Barat, Iptu Indra Kusuma menjelaskan, aturan ini dilakukan demi keselamatan dan kelancaran lalulintas di pembangunan jembatan permanen Sungai Paku.

“Kapasitas jembatan itu hanya bisa dilewati maksimal 20 ton. Jika dilewati oleh truck berkapasitas lebih, jembatan bisa ambruk,” kata Iptu Indra.

Ia mengimbau kepada perusahaan kelapa sawit yang kendaraannya membawa CPO muatan 20 ton agar mengikuti anjuran dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak kontraktor proyek yg menyediakan jembatan darurat tersebut.

Lebih lanjut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pasaman Barat, Ahdiyarshah mengatakan, pihaknya segera menyurati perusahaan kelapa sawit agar mengurangi tonase kendaraan pembawa CPO sawit.

“Pengumuman sudah dibuat oleh pihak PPK dan rekanan. Namun perusahaan juga belum mematuhi. Kita segera menyurati perusahaan yang ada,” tegasnya.

Ia menyebutkan saat ini ada pembangunan jembatan Sungai Paku Kinali dengan menggunakan dana APBN. Bila jembatan darurat yang dibangun untuk kelancaran lalulintas ambruk, bisa-bisa jalur Pasaman Barat-Padang bakal putus total, seperti kejadian terpuruknya satu unit truck CPO beberapa hari lalu. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top