Panorama Tabek Patah Sediakan Tempat Tidur Gantung Gratis dan ATV

Penulis -

Minggu, 14 Juli 2019 - 16:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Batusangkar, Prokabar – Untuk menarik pengunjung datang, Panorama Tabek Patah Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat menyediakan hammock atau tempat tidur gantung gratis dan ATV atau motor empat roda bagi anak-anak.

“Hammock itu kami siapkan secara gratis untuk pengunjung yang ingin bersantai dan menikmati pemandangan di panorama Tabek Patah, sementara permainan ATV hanya Rp2.000 sekali putaran,” kata Depi, pengelola Panorama Tabek Patah, Minggu.

Ia mengatakan, Panorama Tabek Patah yang dikelilingi tumbuhan pinus menjadi salah satu daya tarik wisatawan berkunjung ke daerah itu. Hal itu juga menjadi alasan dia menyediakan hammock gratis tersebut.

Ia juga berkeinginan akan membentuk sebuah taman baca di lokasi tersebut dengan menyediakan rak-rak yang diisi beberapa buku bacaan di lokasi tersebut.

“Kita tidak saja membuat pengunjung nyaman, tapi juga membentuk pariwisata edukasi. Siapa saja yang berkunjung bisa bersantai sambil membaca buku di atas hammock,” ujarnya.

Sementara untuk permainan ATV lanjut dia akan dipandu oleh orang yang berkompeten dibidangnya. Untuk satu kali putaran anak-anak hanya membayar Rp2000 saja.

Selain menikmati hammock dan permaian ATV tersebut pengunjung juga bisa menikmati atraksi sepeda gantung dengan ketinggian sekitar tujuh sampai 10 meter, dan menikmati beberapa spot foto yang sudah disediakan.

Salah seorang pengunjung Yona (23), mengaku merasa nyaman dengan adanya hammock di panorama Tabek Patah. Ia juga mengapresiasi jika pihak Panorama Tabek Patah juga menyediakan buku bacaan ditempat tersebut.

“Seharusnya memang begitu, ada wisata edukasinya. Wisatawan berkunjung tidak saja untuk berfoto tapi ada manfaat lainnya,” katanya.

Sebelumnya, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia bagi pelaku wisata, pemerintah daerah melalui Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) telah melakukan platihan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.

Seperti pelatihan bagi pengusaha kuliner, pemandu wisata dan pengelola “home stay” diharapkan dapat mendongkrak kunjungan wisatawan datang ke Tanah Datar

“Kita punya potensi besar menjadi destinasi wisata unggulan, alamnya indah, menjadi pusat adat dan budaya Minangkabau, punya banyak peninggalan sejarah, kulinernya pun terkenal, tinggal bagaimana mengemas menjadi sebuah industri yang memberi dampak terhadap ekonomi daerah dan masyarakat,” kata Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga
Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 21:37 WIB

Wonderland Hadir di CitraRaya Jambi, Tambah Pilihan Wisata Keluarga

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB