Orang Papua Ini Selamatkan Ratusan Perantau dari Amuk Massa

Penulis -

Rabu, 2 Oktober 2019 - 17:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jayapura, Prokabar – Edison Elopere, warga Papua yang selama ini tinggal di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, ikut bersama ratusan warga perantau mengungsi di Kabupaten Merauke.

Keputusannya mengungsi, lantaran rumahnya bersama perabot lain, ludes terbakar, pascainsiden yang terjadi di Wamena, beberapa waktu lalu.

Kepada sejumlah wartawan, Edison Elopere mengungkapan ia berasal dari Manokwari, Papua Barat. Hanya, selama ini tinggal di Wamena.

“Bapak saya orang Manokwari, sedangkan mama saya dari Wamena,” ujarnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Menurutnya, di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, terdapat banyak orang perantauan, baik dari Makassar maupun Toraja.

“Begitu kejadian berlangsung, kurang lebih 200-an orang datang mencari perlindungan di rumah saya,” katanya.

Sebagai manusia, lanjut Edison, dirinya bersama delapan rekan lain yang juga orang asli Papua, melakukan perlindungan terhadap ratusan warga perantauan.

“Massa sudah datang untuk berusaha melakukan penyerangan. Namun, saya bersama delapan rekan lain memberikan perlindungan kepada ratusan warga perantauan, sehingga niat mereka melakukan tindakan anarkistis, diurungkan,” kata dia.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Setelah satu per satu bergerak pergi, katanya, ia langsung menelepon aparat keamanan untuk datang.

“Lalu kami berjalan kurang lebih 500 meter, mengantar ratusan orang perantauan untuk dibawa ke Polres serta Kodim,” ungkapnya.

Saat bersama delapan rekan lain pulang, rumahnya telah dibakar oleh sekelompok orang.

“Saya tidak tahu siapa yang membakar. Ya sudahlah, asalkan saya bersama delapan teman lain sudah menolong ratusan warga perantauan,” katanya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Sementara Ali Rahayan mengakui awalnya tak ada niat mengungsi ke Merauke. Hanya, karena lebih cepat dan dekat, sehingga memilih daerah ini. Lagi pula, bisa pulang ke kampung di Tual maupun Kei.

“Saya akan pulang kembali ke Wamena, setelah situasi benar-benar kondusif. Karena ada pekerjaan yang harus diselesaikan di sana,” ujarnya.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB