Jakarta, Prokabar – Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 masih satu tahun lagi. Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menutup pendaftaran calon anggota legislatif DPR, DPRD Provinsi dan DPRD kabupaten/kota sejak 17 Juli lalu.
Alhasil, pesta politik 2019 mendatang sebanyak 54 artis Indonesia ikut mendaftar. Sebagian besar wajah-wajah baru dari kalangan artis mencoba peruntungannya di dunia politik. Sisanya artis yang juga politisi, kembali mencalonkan diri.
Prokabar.com merangkum pengakuan artis yang baru terjun ke dunia politik. Mereka mempunyai cerita sendiri dibalik keputusannya ikut pesta politik 2019.
Dirly Idol
“Ingin menyatukan perbedaan”
Pemilik nama lengkap Dearly Dave Sompie alias Dirly Idol ambil keputusan terjun ke dunia politik. Rasa penasarannya semakin menggebu ketika mulai mengikuti hiruk pikuk politik di Indonesia beberapa tahun ini.

“Penasaran dari beberapa tahun lalu. Ikuti perkembangan politik di Indonesia, kok jadi penasaran,” aku pria kelahiran Manado, 10 Desember 1989 ini.
Bergabung dengan Partai Perindo, Dirly punya visi misi untuk kebaikan Indonesia. Utamanya, pria yang terkenal lewat ajang pencarian bakat Indonesia Idol (Idol) ini ingin menyatukan perbedaan.
“Saya ingin menyatukan perbedaan yang terjadi di masyarakat. Ras, agama dan suku masih terjadi keributan. Lebih baik hidup berdampingan daripada harus mempermasalahkan perbedaan itu,” aku Dirly.
Nantinya Dirly akan berada di daerah pemilihan (Dapil) Sulawesi Utara tempat dimana ia dilahirkan. “Aku memilih Sulawesi Utara karena tanah kelahiranku. Di sana saudara-saudaraku semua, aku banyak bergaul di sana,” tambahnya lagi.
Della Puspita
“Politik itu unik”
Awalnya pesinetron Della Puspita tak tertarik dengan dunia politik. Ia menganggap politik hanya tontonannya di televisi. “Apa ya, aku sebenarnya nggak terlalu suka dengan politik. Tak tertarik karena memang aku nggak ngerti sebelumnya,” aku Della.
Perjalanan Della dari seorang publik figur mencoba peruntungannya di dunia politik terjadi begitu saja. “Aku itu baru diceritakan tentang politik dari Lucky Hakim. Dia kan politisi juga, aku banyak belajar tentang apa yang terjadi di dunia politik,” ungkapnya.

Pemilik nama lengkap Nisisari Henny Puspita ini lantas diajak bergabung dengan Partai Nasdem. Meski awalnya Della tak punya niatan berpolitik, karena penasaran ia pun mencoba kemampuannya.
“Setelah aku coba bergabung dan mendengarkan apa yang dibicarakan, aku jadi tertarik. Ternyata politik itu unik ya. Apalagi bergabung dengan NasDem, aku tak dituntut mengeluarkan mahar. Apa jadinya kalau diawal saja sudah keluarkan uang, pasti kedepannya malah cari keuntungan,” akunya.
Tentang misi yang nantinya akan diperjuangkan, Della ingin melakukan perubahan. Di usia produktifnya, Della ingin memberikan yang terbaik untuk masyarakat Indonesia.
Lalu bagaimana dengan karirnya di dunia hiburan, Della tetap memprioritaskan amanah rakyat. “Kalau bisa dijangkau keduanya kenapa nggak. Tapi tetap jadi wakil rakyat menjadi prioritasku,” semangatnya.
Tommy Kurniawan
Lima tahun jadi kader PKB
Tommy Kurniawan maju sebagai calon legislatif dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Tommy mengaku memiliki kesamaan visi dan misi dan sangat mengidolakan sosok Gus Dur sehingga menjatuhkan pilihan ke partai yang dipimpin Muhaimin Iskandar itu.
Kita (dengan PKB) punya visi dan misi yang sama, saya juga sangat mengidolakan sosok Gus Dur, pokoknya partainya keren, gak kaku, banyak santrinya, itu yang buat saya terpikat, ujarnya.

Dalam perjalanannya menjadi calon legislatif, Tommy mengaku banyak ditawari oleh partai-partai lain. Namun, ia sudah merasa nyaman berada dibawah naungan PKB meski baru diusung menjadi calon legislatif. Tommy juga mengaku tidak ada transaksi politik antara dirinya dengan partai tersebut.
Saya dulu pernah ditawari partai lain tapi, menurut saya gak ada partai yang sekeren PKB. Saya sudah hampir lima tahun jadi kader PKB. Gak ada mahar politik apapun, tegasnya.
Pada pileg nanti Tommy tercatat mendaftar sebagai calon legislatif melalui dapil Jawa Barat 5, Kabupaten Bogor.
Saya mendaftar untuk daerah pemilihan Jawa Barat 5, wilayah Kabupaten Bogor, ungkapnya.
Farhan
Terinspirasi dari Tantowi Yahya
Gagal dalam bursa pemilihan calon wali kota Bandung, presenter dan penyiar radio satu ini kembali mencoba peruntungannya. Farhan membidik Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bandung dan Cimahi di Pemilu 2019 mendatang.
“Sebenarnya sudah lama belajar politik sejak 2009 lalu. Tapi baru kali ini gabung dengan Partai NasDem. Ternyata apa yang saya pelajari itu nggak ada apa-apanya,” aku Farhan.

Pemilik nama lengkap Muhammad Farhan ini mulai tertarik dengan politik ketika melihat Tantowi Yahya. Menurutnya, Tantowi jadi inspirasinya terungkap ke dunia politik.
“Mas Tantowi itu ngajak saya ayo ikutan partai. Tapi saya nggak mau. Keren juga beliau jadi politsi tapi masih aktif di dunia hiburan. Terinspirasi sekali dengan kepercayaan diri Mas Tantowi,” pujinya.
Rupanya setelah mempelajari apa yang dilakukan Tantowi, Farhan membentuk kelompok binaan di Bandung dan Cimahi. “Sebelum maju kita harus punya masyarakat dan kelompok binaan di daerah pemilihan. Saya sudah punya itu,” aku Farhan.
Popularitas Farhan di dunia entertainment rupanya memudahkannya dalam membangun komunikasi. Bukan lagi menjadi seorang artis melainkan sebagai jembatan masyarakat pada pemerintah.
Kalau artis kan biasanya didatengin penggemarnya. Nah ini kebalikannya, sekarang saya yang datang ke masyarakat. Mendengarkan apa yang jadi keluhan mereka, tambahnya lagi.
Giring Ganesha
Sering di PHP-in politisi
Mantan vokalis grup band Nidji, Giring Ganesha Djumaryo mantap maju sebagai calon legislatif pada pemilu 2019 nanti. Ini merupakan kali pertama bagi Giring merambah ke dunia politik.
Pria kelahiran 14 Juli 1983 itu, pada awalnya, mengaku ia tidak tertarik bahkan sangat apatis terhadap politik, walaupun dirinya dulu berkuliah di salah satu universitas di Jakarta, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.

Pada saat itu, ia kecewa dengan sistem politik Indonesa pasca reformasi yang menimbulkan harapan, lalu dipupuskan kembali, ditumbuhkan lagi, dipupuskan lagi, begitu seterusnya.
Giring termotivasi untuk berpartisipasi dalam ranah politik Indonesia, menurutnya, ada harapan baru yang dibawa oleh Bapak Presiden, Ir. Joko Widodo untuk Indonesia.
“Sebuah harapan baru yang dibawa dan diwakilkan oleh pak Joko Widodo. Beliau dari walikota, gubernur, dan saya melihat, beliau memang bekerja untuk melayani masyarakat. Itu yang buat saya terinspirasi, bahwa kalo pak Joko Widodo bisa melayani masyarakat, kenapa saya tidak?” tutur Giring.
“Dan yang menjadi motivasi saya selain juga karena dulu sering diPHPin oleh kondisi politik Indonesia, juga saya melihat ada orang baik yang bersedia membantu masyarakat, melayani rakyat, dan saya lihat bahwa beliau bukan datang dari golongan darah biru atau keluarga pejabat, tapi beliau orang biasa yang bekerja keras untuk melayani masyarakat, dan beliau kerja nyata, ada buktinya, ya saya jadi yakin kalo saya juga bisa nih,” tambahnya.
Giring adalah Bakal Calon Legislatif DPR-RI Daerah Pilih Jawa Barat 1, Cimahi, yang diusung oleh Partai Solidaritas Indonesia. Giring juga memiliki alasan sendiri mengapa akhirnya memutuskan untuk menjadi kader Partai yang dipimpin oleh Grace Natalie tersebut.
“PSI berisikan anak muda-anak muda yang memiliki gagasan-gagasan baru, darah-darah baru bisa membuat politik indonesia tidak menjadi pragmatis kaya sekarang. Kita tu sudah melakukan komitmen untuk melakukan perubahan. Saya merasa mendapat kecocokan disini,” jelasnya.
Giring juga mengatakan bahwa ia ingin menjadi legislator adalah karena tugas-tugas dan cita-citanya untuk Indonesia yang lebih baik.
“Tugas legislator itu adalah memperjuangkan aspirasi menyusun dan mengesahkan Undang-Undang bersama presiden, dan mengawasi anggaran. Saya ingin memperjuangkan Undang-Undang mengenai pendidikan, industri kreatif, olahraga, kepemudaan, perlindungan anak dan pemberdayaan wanita,” tuturnya. (beb)
















