Mungkin Tak Ada Lagi Pertandingan Sepakbola Tahun Ini

Penulis -

Senin, 23 Maret 2020 - 11:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Berlin, Prokabar – Dunia olahraga, tak terkecuali sepak bola juga turut menjadi korban dari pandemi global virus Corona yang saat ini tengah menyerang lebih dari 160 negara.

Liga-liga sepak bola domestik di berbagai negara telah ditunda dan tak dapat diperkirakan kapan akan kembali bergulir. Bahkan, ajang besar seperti Piala Eropa 2020 dan Copa America 2020 telah resmi ditunda selama setahun.

Masyarakat tak punya pilihan lebih baik selain tetap tinggal di rumah untuk mencegah penyebaran virus corona.

Penggemar sepak bola juga perlu memikirkan hiburan lain setelah mendapat kabar ini. Melansir Give Me Sport, akhir pekan lalu, pakar virus Jerman, Jonas Schmidt-Chanasit, menyebut tak akan ada lagi sepak bola pada tahun ini.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Ia mempelajari berbagai virus di Berhard-Nocht Institute, Hamburg. Dia mengatakan bakal terkejut jika melihat sepak bola bisa dimainkan lagi pada sisa tahun ini.

“Saya tak berpikir kita bisa bicara tentang bermain sepak bola lagi pada April. Bahkan, tak mungkin digelar tanpa penonton, karena ada potensi orang-orang berkumpul di rumah untuk melihat pertandingan itu,” kata Schmidt-Chanasit, kepada Marca.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

“Saya yakin kita semua baru bisa bermain sepak bola lagi pada tahun depan. Saya rasa tak realistis untuk berpikir musim ini bisa diselesaikan,” imbuhnya.

Pernyataan Jonas Schmidt-Chanasit itu jelas menjadi kabar buruk bagi pecinta sepak bola. Setelah dua minggu yang membosankan, tak bisa dibayangkan lagi sembilan bulan tanpa olahraga ini.

Jika sepak bola tidak lagi bisa dipertandinkan hingga sembilan bulan ke depan, akan ada banyak sekali kerugian secara finansial baik untuk operator liga, klub hingga pemain.

Baca Juga :  Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Ambil contoh Premier League. Melansir Metro, Sabtu (21/3/2020), kompetisi bergengsi negeri Ratu Elizabeth tersebut berpotensi merugi 750 juta pounds (Rp13 triliun) karena kontrak hak siar tidak berjalan normal akibat pandemi virus Corona.

Tak hanya Premier League, klub-klub peserta juga tidak mendapatkan penghasilan dari hak siar. Tak bisa dihitung lagi jika sepak bola eropa khususnya Premier League tak bergulir hingga tahun depan. Ini jelas bencana dan stadion-stadion seperti mati suri.(*/mht)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar
Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda
Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen
Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda
Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!
Prediksi Starting XI Timnas Indonesia vs Kamboja Malam Ini; Rizky Ridho Kapten, Profesor Haye akan jadi Jendral Lapangan Tengah
Malam Ini, Timnas Indonesia Vs Kamboja di Piala AFF 2026: Tidak Ada Cerita Imbang, Apalagi Kalah!
Ditargetkan Juara, Inilah 26 Pemain Timnas Indonesia untuk Piala AFF 2026

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Liga 2 Kembali Memakan Korban, Semen Padang FC Pecat Pelatih Nilmaizar

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Besok Malam, Indonesia vs Vietnam: Ujian Sesungguhnya untuk Tim Garuda

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:31 WIB

Hasil Piala AFF: 3 Gol dalam 7 Menit, Indonesia Hajar Timor Leste dan Puncaki Klasemen

Kamis, 30 Juli 2026 - 19:33 WIB

Preview Timor Leste vs Indonesia; Bukan Soal Menang, tapi Berapa Gol yang akan Dicetak Tim Garuda

Selasa, 28 Juli 2026 - 20:01 WIB

Debut Langsung Hetrik di Timnas Indonesia, Mithcell Baker: Mimpi yang Jadi Nyata!

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB