Jakarta, Prokabar – Peringati Hari Kebangkitan Nasioal, Pusat Kerukunan Umat Beragama (PKUB) bekerjasama dengan Paduan Suara Merah Putih (PSMP) menggelar acara talk show dengan tema ‘Moderasi Beragama dan Semangat Kebangkitan Nasional’.
Acara yang digelar di Hotel Aston Kartika, Jakarta Barat ini dihadiri oleh Sekjen Kemenag, Prof DR H Nizar, M.Ag, Allisa Qotrunnada Munawwaroh Wahid (Koordinator Nasional Jaringan GUSDURian Indonesia, Dr H Nifasri, M.Pd (Kepala Pusat PKUB) serta sejumlah artis dan pecinta seni – budaya.
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas dalam sambutannya melalui tayangan video menyebutkan tentang pentingnya moderasi beragama sebagai penguatan kebangkitan nasional.
“Cara pandang keagamaan harus lah berada di tengah. Tidak ekstrim ke kanan maupun kiri. Penguatan moderasi beragama diperlukan sebagai strategi kebudayaan dalam persatuan. Sejak awal, pendiri bangsa sudah mewariskan Pancasila yang berhasil menyatukan keberagaman agama, etnis, bahas dan budaya,” jelas Yaqut yang sambutannya itu sebagai pembuka acara.

Talk show yang juga dihadiri artis juga penyanyi Ayu Azhari ini membahas tentang bagaimana menyikapi banyaknya perbedaan agar tidak adanya perpecahan bangsa. Dikatakan Allisa Wahid (putri alm Gus Dur), Indonesia terbentuk karena keberagaman bahasa dan budaya.
“Gus Dur pernah bilang begini, Indonesia ada karena keberagaman. Kalau tidak ada keberagaman tidak perlu ada Indonesia. Artinya adalah, Indonesia itu terbentuk atas toleransi, saling menghargai dan memahami,” ucap Allisa.
Hal senada pun ditambahkan Kepala Pusat PKUB, Dr H Nifasri, M.Pd. Kegiatan yang diselenggarakannya itu bertujuan mensosialisasikan moderasi beragama kepada masyarakat. Melalui publik fugur yang hadir dalam acara tersebut, Nifasri berharap jadi contoh bagaimana menciptakan kerukunan di tengah perbedaan.
“Di sini hadir Ayu Azhari serta teman-teman musisi, pecinta seni asal Papua yang mendukung moderasi beragama. Diharapkan menjadi pengemban misi agar terciptanya kerukunan di masyarakat agar lebih mempererat persatuan dan kesatuan bangsa,” ucapnya.
Selain perbincangan tentang moderasi beragama, acara tersebut dihibur nyanyian dan tarian daerah asal Papua. Serta penampilan Paduan Suara Merah Putih (PSMP). (beb)
















