Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Memaku Pohon Pelindung Melanggar Aturan, Ini Kata Pemkab Pasaman

Dibaca : 189

Pasaman, Prokabar — Kisruh merasainya pohon pelindung dipaku dan dipasangi baliho bakal calon pempimpin daerah di Pasaman berlanjut. Pemasangan banyak di daerah tertib jalur hijau, taman dan tempat umum yang ada di daerah itu. Ini melanggar Perda Kabupaten Pasaman no 12 tahun 2016 tentang Ketentraman dan ketertiban umum.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Damkar Pasaman, Aan Afrinaldi mengatakan, hampir sebagian besar baliho, poster bakal cabup-cawabup yang terpasang dinyatakan melanggar.

“Sebagian melanggar Perda Kabupaten Pasaman nomor 12 tahun 2016, tentang Ketentraman dan Ketertiban Umum. Pelangaran terutama terjadi di tertib jalur hijau, taman dan tempat umum. Pada pasal 11, setiap orang atau badan dilarang merusak, menebang atau memotong pohon atau tanaman di jalur hijau, taman dan tempat umum,” kata Aan.

“Memasang, menempelkan, menggantungkan benda- benda apapun di pohon, di Jalur hijau, taman dan tempat umum tanpa izin bupati atau pejabat yang ditunjuk juga dilarang, ” imbuh Aan.

Terkait adanya bakal calon bupati maupun bakal calon wakil bupati yang melanggar perda tersebut, pihaknya akan segera menyurati masing-masing perwakilan partai atas baliho dan poster yang melanggar itu.

“Sejauh ini, pihaknya belum melakukan penertiban secara terpadu. Meski demikian, jika nanti sudah disurati masih ada juga bakal calon yang melanggar, maka alat peraga tersebut akan kita tertibkan,” tegasnya.

Pihaknya mengimbau, kepada para bakal calon untuk taat aturan dalam pemasangan gambar, apalagi mereka adalah tokoh pemimpin daerah untuk memberikan contoh yang baik ke warga. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top