Masih Ada Ancaman Banjir, Tim TMC BPPT Kembali Tingkatkan Eskalasi Operasi TMC

Penulis -

Senin, 20 Januari 2020 - 07:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Tim Teknologi Modifikasi Cuaca BPPT kembali meningkatkan eskalasi operasi  TMC untuk mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek, menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bahwa hujan lebat masih berpotensi terjadi di wilayah Jabodetabek pada 17-23 Januari 2020.

Kendati diperkirakan masih di bawah rata-rata curah hujan pada 1 Januari lalu, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti angin kencang, genangan, banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, dan jalan licin.

“Selain prakiraan yang dirilis BMKG, tim TMC-BPPT juga memprediksi bahkan cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga 25 Januari. Namun demikian, kami berharap  masyarakat tidak panik, namun harus tetap waspada akan kemungkinan hujan ekstrem tersebut. Kami akan berupaya semaksimal mungkin melaksanakan operasi TMC  mengurangi ancaman banjir di Jabodetabek,” ujar Tri Handoko Seto, Kepala Balai Besar TMC-BPPT di Jakarta, Senin (20/1), dalam rilisnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Secara teknis, kata Tri Handoko Seto, tim TMC secara lebih intensif memonitor pertumbuhan dan pergerakan awan-awan yang diperkirakan akan bergerak menuju wilayah Jabodetabek. “Monitoring ini dilakukan sejak dinihari hingga setelah matahari terbenam. Awan-awan tersebut jauh-jauh akan segera disemai, biasanya awan-awan tersebut masih berada di Laut Jawa, Selat Sunda dan wilayah Ujung Kulon agar segera turun hujan sebelum memasuki wilayah Jabodetabek,” ujarnya.

Pada operasi pencegahan banjir, lanjut Seto, tim TMC dalam sehari harus melaksanakan penerbangan penyemaian awan 4 hingga 5 sorti. Berbeda dengan operasi TMC karhutla lalu yang mengoperasikan rata-rata 2 sorti penerbangan penyemaian awan perhari.  “Tentunya pada situasi yang memungkinkan dengan tetap berpegang safety first,” ujarnya.

Data Posko TMC menunjukkan,  bahwa operasi ini telah mampu mengurangi curah hujan wilayah Jabodetabek hingga mencapai sekitar 44 persen dari prakiraan. “Hasil operasi ini juga  menunjukkan bahwa curah hujan di wilayah Jabodetabek mampu ditekan lebih kecil daripada rata-rata curah hujan disekitarnya,” ujar Tri Handoko Seto.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Hingga Sabtu 18 Januari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 44 sorti dengan total jam terbang lebih dari 95 jam dan total bahan semai yang digunakanlebih dari 73 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 feet. Operasi TMC ini didukung dua unit pesawat TNI-AU, yakni pesawat CN 295 registrasi A-2901 Skadron 2 dan pesawat Casa 212 registrasi A-2105 Skadron 4 Malang.

Sejak 3 Januari 2020, BPPT bekerja sama dengan BNPB, TNI-AU dan BMKG memulai  penanggulangan banjir di wilayah Jabodetabek dengan cara mempercepat penurunan hujan sebelum mencapai wilayah Jabodetabek.  TMC misi ini ditujukan untuk meredistribusi dan mengurangi potensi curah hujan di wilayah Jabodetabek. Penerbangan penyemaian dilakukan pada awan-awan potensial hujan di wilayah Kepulauan Seribu, sepanjang Selat Sunda, Ujung Kulon dan sekitarnya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Hingga Sabtu 18 Januari 2020, pelaksanaan TMC telah dilakukan sebanyak 44 sorti dengan total jam terbang lebih dari 95 jam dan total bahan semai yang digunakanlebih dari 73 ton, dengan ketinggian penyemaian sekitar 9.000- 12.000 feet. Operasi TMC ini didukung dua unit pesawat TNI-AU, yakni pesawat CN 295 registrasi A-2901 Skadron 2 dan pesawat Casa 212 registrasi A-2105 Skadron 4 Malang.

Selain untuk penanggulangan banjir, TMC juga dapat digunakan untuk keperluan lain antara lain pencegahan bencana kekeringan, mengantisipasi gagal panen, penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, hingga mengisi debit air di waduk untuk keperluan pembangkit listrik tenaga air. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB