Jakarta, Prokabar – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) akan menggelar The World Conference on Creative Economy (WCCE) di Bali Nusa Dua Convention Center, Bali pada 6 – 8 November mendatang.
WCCE akan dibuka resmi oleh Presiden RI Joko Widodo dan diikuti oleh seribu peserta dari dalam maupun luar negeri. Baik pejabat setingkat menteri maupun CEO dunia usaha, akademisi, media dan pelaku kreatif.

Sebagaimana disebut oleh Badan PBB United Nation Conference on Trade and Development (UNCTD), WCCE merupakan konferensi ekonomi kreatif pertama di dunia. Forum ini diharapkan akan membuka jejaring di antara seluruh pemangku kepentingan pelaku ekonomi kreatif global.
Bertemakan “Inclusively Creative”, WCCE akan ada lima isu utama, kohesi, sosial, regulasi, pemasaran, ekosistem dan pembiayaan industri kreatif. Sederet nama tokoh pelaku ekonomi internasional dan nasional yang nantinya turut berkontribusi di acara WCCE nanti.

Mereka antara lain, Presiden China Film Corporation Le Kexi (Tiongkok), penulis buku “Orange Economy” Felipe Buitrago Restrepo (Kolombia), Wakil Presiden LEGO Peter Trilingsgraad (Denmark), CEO BAP Production Bolanle Austen-Peters (Nigeria), Menteri Keuangan Dr Sri Mulyani Indrawati, CEO Buka Lapak Achmad Zaky dan CEO Tokopedia William Tanuwijaya.
“Para pembicara dari berbagai belahan dunia akan menyampaikan pandangan mereka mengenai kondisi ekonomi kreatif saat ini dan visi mereka mengenai masa depan. Para menteri dari berbagai negara akan mendiskusikan kebijakan di setiap negara dan model-model kerjasama internasional yang dapat diterapkan untuk memajukan ekonomi kreatif global,” ungkap Kepala Bekraf, Triawan Munaf.
WCCE diharapkan juga dapat memperkuat posisi ekonomi kreatif sebagai katalisator bagi komunikasi dan pemahaman yang dapat menjembatani hubungan ekonomi dan budaya. Acara ini pun didukung penuh Kementerian Luar Negeri.
“Kementerian Luar Negeri terlibat penuh dalam penyelenggaraan WCCE sebagai bentuk komitmen konkret dalam mendukung diplomasi ekonomi Indonesia,” ucap Mochamad Fachir, Wakil Menteri Luar Negeri.

Selama konferensi juga akan digelar “CreatiVillage”, pameran ide, konsep, dan produk kreatif dari berbagai negara. Ruang-ruang pertemuan disiapkan untuk workshop, dialog dan film screening.
“Kami juga akan menyelenggarakan berbagai forum bisnis dan investasi, serta business matching,” pungkas Triawan. (beb)
















