Selebritis

Lihat Jenasah Robby Sugara, Tangis Roy Marten Pecah

Foto Beb - Roy Marten menangis saat melihat jenasah sahabatnya, Robby Sugara

Jakarta, Prokabar – Begitu tiba di ruang persemayaman jenasah Robby Sugara di rumah duka RS UKI, Jakarta Timur, aktor Roy Marten menangis sejadinya. Roy tak kuasa menahan tangis ketika kain penutup jenasah dibuka.

”Emosi (tangis) saya tadi meledak karena teringat dia satu angkatan sama saya. Terlalu banyak kenangan sama dia. Dia sudah pergi, saya sendiri sedih karena setelah ini kita tidak akan bertemu lagi. Itulah yang buat saya emosi nangis tadi,” aku Roy pada Prokabar.com.

Ayah dari Gading Marten ini juga mengaku menyesal karena bertemu dengan sahabatnya yang telah tutup usia. Penyesalan Roy semakin menjadi karena telah sepuluh tahun lamanya tidak bertemu dengan sahabat seperti Robby Sugara.
”Penyesalannya adalah waktu tidak bisa diulang. Banyak hal yang mestinya saya bisa silaturahmi tapi malah saya tidak lakukan itu. Dan saya kehabisan waktu, dia sudah pergi itu yang membuat saya menyesal,” akunya.

Andai saja Roy teringat akan sahabatnya iitu, ia akan bertemu dan mengenang masa lalu bersama. ”Banyak yang bisa kita lakukan di suatu tempat, ngobrol dan mengenang masa lalu. Tapi tidak saya lakukan. Pesan saya sama teman teman semua kalau ada reunian, diharapkan datang bersilaturahmi. Kita waktunya sudah tidak banyak lagi,” tambahnya lagi.

Selain berbagi penyesalannya, Roy Marten pun mengenang sosok Robby Sugara yang dikenalnya sebagai pria yang sabar. Selama syuting di film yang sama, Robby selalu menunjukan sifatnya dan pembawaannya begitu tenang.

”Kenangan banyak sekali, kenangan masih muda pasti seru seruan. Ada empat lima film saya sama dia yang saya kenang, dia seorang yang sangat sabar. Sangat tidak emosional, saya emosional tapi dia sangat tenang,” kenangnya.

Satu cerita yang diingat Roy ketika Robby kehilangan jam tangannya di lokasi syuting di daerah Sukabumi, Jawa Barat. Roy yang mengetahui siapa pencurinya, justru melihat Robby tenang dan membiarkan begitu saja.

”Saya syuting sama Robby di Sukabumi, disitu jam tangannya hilang. Hari itu jam tangan adalah barang yang mewah. Tapi dia tidak mau mengurusnya, udah lah. Biarin aja. Ada yang saya curigai satu orang, saya urus tapi Robby bilang jangan. Akhirnya saya tangkap dia, saya paksa dia ngaku. Akhirnya ngaku dan kembalikan,” kenang Roy lagi.

Cerita inilah yang mencerminkan kebaikan Robby saat itu. Roy mengaku benar-benar kehilangan sosok sahabat yang berhati mulia.

”Yang saya sampaikan disini adalah emosi Robby sangat stabil. Tidak meledak ledak seperti saya. Itulah kenangan saya sama Robby. Setelah itu sudah jarang ketemu lagi. Sekarang dia sudah kembali pada Tuhan,” pungkas Roy. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top