Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Bola

Legenda NBA Kobe Bryant Tewas Kecelakaan Helikopter, Inilah Pesan Terakhirnya di Instagram dan Twitter

Los Angeles, Prokabar – Dunia olahraga khususnya bola basket diguncang kabar tragis. Legenda NBA, Kobe Bryant dilaporkan meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan helikopter.

Insiden itu terjadi di California, Minggu 26 Januari 2020, sekitar pukul 10.00 pagi waktu setempat di tengah kondisi berkabut di perbukitan yang menghadap ke Calabasas

Seperti dikutip dari New York Post, Bryant bersama empat orang lainnya sedang bepergian dengan helikopter pribadinya di atas Calabasas ketika kecelakaan terjadi. Tidak ada yang selamat, dan penyebab utama kecelakaan sedang diselidiki.

Pihak berwenang yang menyelidiki kecelakaan itu mengkonfirmasi, setidaknya lima orang tewas dalam kecelakaan itu. Tetapi mereka belum bisa menyebutkan seluruh identitas korban. Namun istri Bryant, Vanessa, dilaporkan tidak termasuk di antara mereka yang berada di helikopter.

Sehari sebelum kejadian yang merenggut nyawanya itu, Kobe sempat mengunggah sebuah foto di instagram. Itu merupakan postingan terakhirnya di media sosial.

Dalam postingan yang dibuat pada Sabtu 25 Januari 2020 tersebut, Kobe memajang fotonya bersama Le Bron James. Dia menulis caption, “menuju #2 @kingjames! terus kembangkan permainan dan langkah selanjutnya”.

Sementara di twitter Kobe hampir pada saat bersamaan juga menulis pesan hampir mirip. “Terus maju @kingjames. Respek saudara ku #33644”. Pesan Kobe itu ditujukan kepada James yang baru saja melewati rekornya sebagai salah satu pencetak angka terbanyak di NBA. James yang sekarang mengoleksi 33.655 poin menduduki posisi ketiga mengeser Kobe yang mengumpulkan 33.643 poin

Dalam kecelakaan helikopter itu, Bryant tak sendiri. Ada sekitar enam penumpang lain di helikopter tersebut, termasuk anaknya, Gianna Maria Onore.

Salah seorang saksi mata, Jerry Kocharian menuturkan, tak mungkin ada korban selamat dalam kecelakaan tersebut. Sebab, proses terjadinya kecelakaan terbilang begitu mengerikan.

Jerry sedang minum kopi di dekat gereja, yang berada dekat dengan bukit. Kemudian, dia melihat helikopter terbang rendah dengan suara mesin yang begitu berisik.

“Suaranya tak beres, kondisi berkabut. Sehingga, jarak pandang begitu terbatas. Tiba-tiba, boom! Helikopter berubah jadi bola api. Tak mungkin ada yang selamat,” kata Jerry dilansir Los Angeles Times, Senin 27 Januari 2020.

Saksi mata lainnya, Scott Daehlin, yang juga seorang ahli tata suara gereja di Calabasas, menyatakan saat beristirahat, momen helikopter tersebut jatuh disaksikannya secara langsung.

Dari pengamatan Daehlin, ledakan terjadi karena bagian rotor helikopter terkena benturan keras di tebing.

“Pasti bagian pertama yang kena tebing, rotornya. Tak terdengar gesekan dan meledak begitu saja. Makanya, saya langsung hubungi 911. Kejadiannya sekitar pukul 09.44 waktu setempat,” terang Daehlin.

Fakta Baru
Sejumlah fakta baru muncul terkait kecelakaan helikopter Sikorsky S-76B yang menewaskan legenda NBA Kobe Bryant beserta tujuh penumpang lain, termasuk putrinya Gianna Maria Onore, Minggu (26/1) pagi waktu setempat.

Menurut laporan LA Times, helikopter Kobe Bryant terbang dari Bandara John Wayne pada pukul 09.06 waktu setempat. Kobe Bryant menggunakan helikopter untuk menuju Mamba Academy.

Dikutip dari TMZ, cuaca sangat berkabut pada Minggu pagi. Karena cuaca buruk itu LAPD menghentikan patroli udara hingga sore hari. Data pelacak penerbangan menunjukkan helikopter Kobe Bryant pertama kali mengalami masalah cuaca di atas Kebun Binatang LA.

Helikopter yang dibuat pada tahun 1991 itu dilaporkan mengelilingi daerah Kebun Binatang LA sebanyak enam kali pada ketinggian yang sangat rendah, sekitar 875 kaki atau sekitar 266,7 meter. Aktivitas itu terjadi diperkirakan karena helikopter menunggu cuaca cerah.

Pilot helikopter sempat menghubungi menara kontrol di Bandara Burbank pada pukul 09.30 pagi. Pihak menara kontrol mengetahui pilot membawa helikopter tersebut berputar-putar selama 15 menit.(*/mht)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top