“Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)” karya Garin Nugroho Jadi Film Terbaik di Festival Film Internasional

Penulis -

Rabu, 5 Desember 2018 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Kucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger.

Terinspirasi kisah hidup Rianto, mantan penari lengger yang sekarang menjadi penari kaliber internasional dan menetap di Tokyo.

Film yang baru saja meraih penghargaan sebagai film terbaik di 3 Continent Film Festival di Nantes, Perancis ini telah diputar di berbagai festival film Internasional sejak Agustus lalu, antara lain Le Bienalle Venice Film Festival, Busan International Film Festival, Adeleide Film Festival, Singapore International Film Festival.

Bertepatan dengan pemutaran pertama film ini di tanah air pada tanggal 3 Desember di Jogja-NETPAC Film Festival, musik dan lagu-lagu dalam film ini juga dirilis dalam sebuah album Original Motion Picture Soundtrack – Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) oleh Ivy League Music bekerjasama dengan Signature Music Indonesia.

Album ini berisikan music scores excerpts serta lagu-lagu dalam film yang digarap oleh Mondo Gascaro. Sebagian besar lagu-lagu dalam film ini merupakan remake lagu-lagu Indonesia lama.

Antara lain Hanya Semalam dan Rindu Lukisan karya Ismail Marzuki, serta Apatis yang pernah dipopulerkan oleh Benny Subardja di tahun 70an. Dalam film, lagu-lagu tersebut dinyanyikan ulang oleh Endah Laras, Danilla dan Mondo Gascaro.

Pertama kali mas Garin menceritakan tentang film ini dan konsep musik yang dibayangkan, Beliau bilang ingin menggunakan lagu dan musik sebagai penanda jaman yang membuka ruang memori dan sejarah kita, ungkap Mondo.

Selain lagu-lagu remake ini, Mondo juga membuat satu lagu baru yang berjudul Dari Seberang. Lagu ini ditulis oleh Mondo bersama Garin Nugroho dalam penulisan lirik nya.

Karya-karya Mondo selalu mengandung dua aspek: memori pada Indonesia lama dan hari ini. Maka sangat tepat untuk film ini. Pada sisi lain, karya Mondo juga mengedepankan kesederhanaan dan kemampuan mengelola perasaan atas pilihan aransmen nya, ujar Garin Nugroho. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB