Film

“Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body)” karya Garin Nugroho Jadi Film Terbaik di Festival Film Internasional

Mondo Gascaro

Jakarta, Prokabar – Kucumbu Tubuh Indahku (Memories Of My Body) merupakan karya film terbaru dari maestro Garin Nugroho yang mengisahkan tentang kehidupan seorang penari tradisional lengger.

Terinspirasi kisah hidup Rianto, mantan penari lengger yang sekarang menjadi penari kaliber internasional dan menetap di Tokyo.

Film yang baru saja meraih penghargaan sebagai film terbaik di 3 Continent Film Festival di Nantes, Perancis ini telah diputar di berbagai festival film Internasional sejak Agustus lalu, antara lain Le Bienalle Venice Film Festival, Busan International Film Festival, Adeleide Film Festival, Singapore International Film Festival.

Bertepatan dengan pemutaran pertama film ini di tanah air pada tanggal 3 Desember di Jogja-NETPAC Film Festival, musik dan lagu-lagu dalam film ini juga dirilis dalam sebuah album Original Motion Picture Soundtrack – Kucumbu Tubuh Indahku (Memories of My Body) oleh Ivy League Music bekerjasama dengan Signature Music Indonesia.

Album ini berisikan music scores excerpts serta lagu-lagu dalam film yang digarap oleh Mondo Gascaro. Sebagian besar lagu-lagu dalam film ini merupakan remake lagu-lagu Indonesia lama.

Antara lain Hanya Semalam dan Rindu Lukisan karya Ismail Marzuki, serta Apatis yang pernah dipopulerkan oleh Benny Subardja di tahun 70an. Dalam film, lagu-lagu tersebut dinyanyikan ulang oleh Endah Laras, Danilla dan Mondo Gascaro.

Pertama kali mas Garin menceritakan tentang film ini dan konsep musik yang dibayangkan, Beliau bilang ingin menggunakan lagu dan musik sebagai penanda jaman yang membuka ruang memori dan sejarah kita, ungkap Mondo.

Selain lagu-lagu remake ini, Mondo juga membuat satu lagu baru yang berjudul Dari Seberang. Lagu ini ditulis oleh Mondo bersama Garin Nugroho dalam penulisan lirik nya.

Karya-karya Mondo selalu mengandung dua aspek: memori pada Indonesia lama dan hari ini. Maka sangat tepat untuk film ini. Pada sisi lain, karya Mondo juga mengedepankan kesederhanaan dan kemampuan mengelola perasaan atas pilihan aransmen nya, ujar Garin Nugroho. (beb)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top