Trending | News | Daerah | Covid-19

Ekonomi

Kreatif, Daun Mangrove Diolah Jadi Kerupuk dan Teh

Dibaca : 2.4K

Pariaman, Prokabar – Setelah Jembatan Hutan Mangrove dibangun, Komunitas Tabuik Diving Club (TDC) bersama Mahasiswa Fakultas Kehutanan Muhammadiah Sumbar, menciptakan ide inovatif dan kreatif. Yakni menjadikan Daun dan Pucuk Mangrove menjadi Kerupuk dan Teh.

Ide tersebut diawali diskusi ringan dan melakukan uji coba sekaligus riset sederhana. “Kami awalnya iseng melakukan penelitian sederhana pada Daun Bakau tersebut. Kita tahu betul manfaat Mangrove baik secara alam maupun dikonsumsi untuk kesehatan. Terutama Tanaman dan Jeruju atau Mangrove Acantus Ilitiacius,” kata Fadli Rahmadi (22), Mahasiswa Fakultas Kehutanan Muhammadiah Sumbar tersebut.

Kami lanjutnya, sempat berdiskusi dan mengajak Ibu-ibu nelayan sekitar Penangkaran Penyu dan Hutan Mangrove tersebut, untuk membuat Kerupuk Daun Bakau. Hasilnya sangat menjanjikan untuk dijual sebagai bisnis baru di sini.

“Secara ilmiah, Daun Mangrove jenis Jeruju berkasiat untuk peradangan tenggorokan, obat kanker, obat liver dikonsumsi dengan cara meminum hasil peras daun tersebut. Secara kearifan lokal, masyarakat meyakini daun itu juga bermanfaat untuk panawa bagi ibu hamil,” tutur Fadli.

Ia berharap gagasan tersebut dapat dimanfaatkan sebaik mungkin dari masyarakat beserta Pemerintah Desa dan Pemkot Pariaman berupa UMKM peningkatan ekonomi kreatif masyarakatnya. Apalagi lokasi tersebut salah satu lokasi objek wisata unggulan Kota Pariaman.

“Kerupuk Daun Bakau tersebut dapat menjadi cendramata atau buah tangan wisatawan yang berkunjung ke sini nantinya. Jelas.berdampak positif pada masyarakat,” ungkap Mahasiswa Magang Tersebut.

Sementara itu, Indra Muchlisin salah seorang Pengurus TDC, membenarkan hal tersebut. Dampak manfaat Daun Mangrove atau Bakau, sangat banyak. “Kami tidak hanya mengolahnya menjadi kerupuk saja. Kami juga akan mencoba membuat Teh dari Daun Jeruju tersebut,” Tutup Indra. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top