Kondisi Politik Semakin Meresahkan, KJM Gelar Workshop Cegah Konflik Pemilu

Penulis -

Sabtu, 21 Juli 2018 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Padang, Prokabar — Komunitas Jurnalis Muda (KJM) Sumatera Barat (Sumbar) bekerjasama dengan Polda Sumbar menggelar Workshop Pembinaan dan Pengetahuan Potensi dan Solusi Konflik Pemilu 2019, Sabtu, (21/7), di Hotel Kryad Bumi Minang.

Ketua Panitia Pelaksana, Nofal mengatakan kegiatan ini diselenggarakan berawal dari kegelisahan jurnalis, yang melihat potensi konflik pemilu 2019 terbuka lebar. 

“Alasannya dinamika politik makin memanas dengan adanya Pileg dan Pilpres serentak. Harus diakui polarisasi kekuatan kini saling membenturkan diri, mereka yang menyebut kelompok islam dan kelompok nasionalis, dua kutub ini punya pendukung fanatik masing masing. Cara benturan masih di dunia maya, saling cimeeh, saling hujat, sampai produkai berita berita hoax.” ungkapnya.

Menurutnya, kondisi Ini bisa jadi bibit perpecahan jika tidak diantisipasi dari awal. “Di sumbar pemetaan itu sudah terus dilakukan, berdasarkan pengalaman ppotensi dan kerawanan berasal dari geografis, sejarah konflik dan dinamika politik di daerah. Kita tidak menginginkan Pemilu sebagai sumber perpecahan, karena pemilu hanya bagian dari sebuah proses berdemokrasi dalam sebuah negara, dengan tujuan akhir adalah kesejahteraan masyarakat.” ujar Nofal 

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Dirinya berharap, dengan adanya kegiatan ini semua pihak yang terlibat bisa menjadi agen keamanan pemilu. “Agen dalam artian positif, agar rasionalisasi bisa terwujud, sehingga terpilih calon yang berasal dr akal sehat, bukn karena sentimen SARA, dan bukan karena ikut ikutan agar dianggap nasionalis atau dianggap alim.” tuturnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sementara itu, Ketua KJM Sumbar, Firdaus Diezo, mengatakan, workshop digelar selain dengan tujuan memberikan pengetahuan terkait potensi dan kerawanan konflik di Pemilu 2019. Namun lebih dari itu, karena adanya kesadaran dalam menjaga keutuhan bangsa dan negara yang harus di junjung sebagai nilai luhur diluar kepentingan. 

“Oleh karena itu konflik yang berlebihan dalam pemilu harus dicegah bersama sama. Diluar (negeri) maupun disini, Pemilu kerap berujung konflik. Kita perlu membaca dari tetangga kita Malaysia, mereka berhasil meredam konflik yang berujung fisik saat partai yang telah berkuasa 60 tahun kalah. Ini bukan soal berlari, tapi bagaimana memulainya.” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, tujuan lebih lanjut adalah agar kekerasan tidak terjadi dan berdampak panjang dan pihaknya berharap agar workshop ini dapat menjadi pembelajaran bagi semua orang agar melahirkan gagasan solusi konflik

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Saya yakin, potensi konflik pemilu menjadi perhatian kita semua, sebab kita menginginkan pesta demokrasi yang gembira, iklim politik yang sehat dan politik yang bermartabat. Kita ingin menjadi negara yang dewasa dalam berdemokrasi, ayo kita mulai dari Sumatera barat, walapun sumbar berpotensi konflik sangat kecil, tapi sejumlah daerah, selalu menjadi fokus pengamanan di setiap pemilu, seperti dharmasraya, Solok Selatan, Pasaman Barat, dan Sijunjung. Maka pengamanan tidak bisa dilakukan pada hari H saja tapi sejak dini di antisipasi dengan pembinaan dan pengetahuan potensi konflik,“ tutupnya. (hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB