Padang, Prokabar – Semen Padang FC mulai menggeliat, melakukan seleksi pemain untuk menghadapi Liga 2 2020. Dari dua kali seleksi yang dipimpin pelatih Eduardo Almeida, ternyata antusias para pemain untuk berjersey Kabau Sirah masih tinggi.
Hari pertama seleksi Kamis lalu, diikuti oleh 33 pemain, sedangkan seleksi kedua Sabtu pagi, 40 pemain ikut mengadu nasib di Lapangan Mess Indarung Padang. Diantara pemain yang ikut seleksi, terdapat dua bersaudara dari Tulehu, Maluku.
Ricky Akbar Ohorella dan Amin Rais Ohorella, adalah dua diantara tiga bersaudara bermarga Ohorella yang eksis di dunia sepakbola. Satu lagi adalah Burhanuddin Ohorella, yang sekarang lebih memilih berkarir sebagai anggota TNI.
Ricky yang tertua, adalah sosok tak asing bagi fans Semen Padang, karena pernah lima musim bersama Kabau Sirah, 2011-2016. Setelah itu, pemain berusia 29 tahun itu hengkang ke Borneo FC, sebelum berlabuh di Arema FC musim lalu.
Ricky adalah pemain bek sayap, kelebihannya adalah memiliki kecepatan di atas rata-rata. Umpan-umpan silangnya pun kerap menghadirkan peluang-peluang di muka gawang lawan. Semasa di Semen Padang dia banyak menepati posisi bek kanan atau bek kiri yang bisa dilakoninya dengan sangat baik.
Sekarang, setelah tiga tahun berpisah, Ricky berpeluang kembali memperkuat Semen Padang. Ricky berharap mendapatkan kesempatan untuk kembali memperkuat Semen Padang, walau hanya di Liga 2.
Namun, semuanya tergantung pelatih Eduardo Almeida, yang akan memutuskan apakah Ricky bisa masuk rencananya membentuk tim Semen Padang. Dengan pengalamannya dan kisah sukses lima musim bersama Semen Padang sebelumnya, peluang Ricky untuk lolos seleksi cukup terbuka.
Sementara, sang adik Amin Rais Ohorella yang populer dengan panggilan Aimar, juga memupouk harapan bisa pertama kali berkostum Semen Padang. Mantan pemain Borneo FC U-21 dan Martapura FC di Liga 2 2019 ini, sama seberti abangnya juga berposisi bek sayap.
Bedanya, jika Ricky bisa bermain sama baiknya di posisi bek kanan atau kiri, Aimar lebih dominan sebagai bek kanan. Mantan pemain Solok FC 2018 ini juga dikenal sebagai petarung, tak kenal takut, dan punya fighting spirit tinggi di lapangan.
Pemain kelahiran 25 Agustus 1998 ini merasa tertantang dan bertekad kuat bisa lolos seleksi di Semen Padang.”Insha Allah, jika Allah SWT mengizinkan saya ingin sekali membela Semen Padang. Padang adalah tempat yang tak asing buat saya, abang-abang saya sangat disayangi publik disini, saya juga ingin seperti itu juga.”ujarnya.
Jika kedua bersaudara ini lolos dari seleksi ketat Eduardo Almeida, maka akan memberi warna tersendiri bagi Semen Padang musim ini. Apalagi jika keduanya bisa menembus starting XI, dua bersaudara mengisi posisi bek kanan dan kiri Semen Padang musim ini.(mht)
















