Ketum LDII Crhiswanto Santoso : Tegakkan Demokrasi dengan Pers

Penulis -

Selasa, 9 Februari 2021 - 11:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Ketua Umum DPP Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) KH Crhiswanto Santoso mengatakan di tengah tantangan media sosial, semoga pers selalu istiqomah menjalankan fungsi mengedukasi, memberi informasi, memberi hiburan, dan alat kontrol demokrasi.

Menurutnya tidak hanya pahlawan yang bertempur secara fisik melahirkan Indonesia, tetapi pers juga memiliki banyak jasa dalam sejarah perjuangan bangsa.

Setiap tanggal 9 Februari merupakan Hari Pers Nasional. Organisasi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) didirikan oleh para wartawan pejuang 75 tahun yang lalu dalam rangka kemerdekaan dan berdirinya Indonesia, turut andil peran pers sebagai agen perubahan sepanjang sejarah.

Dalam dua dekade terakhir, tambah Chriswanto, media massa menghadapi tantangan serius dari media sosial yakni kecepatan informasi dan ekonomi.

“Dunia cepat berubah, media sosial menyerap iklan dan informasi dengan cepat bahkan bukan lagi lembaga pers tapi dapat ditayangkan langsung secara individu,” ujar Chriswanto.

Informasi langsung sensasional yang semua dikerjakan oleh satu orang, menggantikan kerja pers yang selalu mengedepankan cek ricek dan liputan dua sisi (_cover both side_), diolah reporter hingga redaktur.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Dan masyarakat hanya mementingkan sensasionalnya. Pada akhirnya inilah yang membuat gaduh. Secara pribadi, seseorang yang tidak memiliki “self censorship”akan serta merta menyebarkan informasi. Ini yang gawat,” papar Chriswanto.

Akibatnya mudah ditebak, dibanding berita yang disuguhkan media sosial, sebagian besar orang lebih meyakini kabar-kabar sensasional, “Apalagi para selebritis media sosial juga menggunakan potongan-potongan kutipan media massa untuk memperkuat opininya, menjadi penyebab masyarakat yang tak paham informasi kian beralih ke media sosial,” papar Chriswanto.

Namun, untuk mengejar ketertinggalannya, ia juga memperhatikan media massa kini juga memanfaatkan media sosial.

Chriswanto mengingatkan, agar media merenungkan kepada siapa mereka bekerja mengenai pengelolaan informasi?

“Secara fisik media bekerja untuk perusahaannya namun secara filosofi, pikiran, dan perjuangan, mereka bekerja untuk rakyat Indonesia,” papar Chriswanto.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Dengan bekerja untuk rakyat, menurut pandangannya, media massa bisa memberikan informasi yang bertanggung jawab, tak sekadar dapat dipertanggungjawabkan melalui mekanisme cek dan ricek serta peliputan dua sisi.

Ia menuturkan, seyogyanya, dengan mementingkan kepentingan masyarakat untuk mendapatkan informasi yang jernih dan mendudukkan sesuatu pada tempatnya, maka lembaga pers telah bekerja dengan etika dan hati nurani,

“Karena dalam rangka membuat kehidupan rakyat Indonesia semakin baik adalah tugas pers sebagai tiang keempat demokrasi. Bisnis pers bukan soal keuntungan semata,” ulas Chriswanto.

Walhasil, menurutnya, pers jangan terjebak pada sensasional dan memanfaatkan kekacauan atau kontroversial untuk kepentingan bisnisnya,

“Pers jangan lagi berprinsip bad news is good news media seperti ini bakal ditinggalkan oleh para pembaca atau pemirsanya,” ujarnya.

Solusinya suguhkan informasi yang mendidik dan menggugah daya kritis masyarakat.

Ia berpendapat, pers harus turut dalam proses mencerdaskan kehidupan bangsa dalam Pembukaan UUD 1945.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Chriswanto menyambut baik Hari Pers Nasional bertema “Bangkit dari Pandemi, Jakarta Gerbang Pemulihan Ekonomi, Pers sebagai Akselerator Perubahan.”

Tema itu disertai dengan segala pemberitaannya, akan membangkitkan semangat bangsa Indonesia dalam menghadapi krisis dan upaya membangkitkan ekonomi nasional, pungkasnya, “Selamat Hari Pers Nasional, semoga selalu menciptakan Indonesia yang lebih baik,” tutupnya.

Sementara itu Ketua DPW LDII Sumatera Barat M Ari Sultoni mengatakan pers merupakan bagian hakiki dalam demokrasi itu sendiri.

“Pers merupakan satu dari empat pilar demokrasi dan ini yang harus kita jaga bersama,” kata dia.

Menurut dia Sumbar merupakan aktor penting lahirnya pers itu sendiri karena banya tokoh pers yang lahir dari Sumbar mulai dari Rohana Kudus, Djamaluddin Adinegoro, Rosihan Anwar dan lainnya.

“Kita berharap pers nasional menjadi lebih baik secara kualitas dan bertahan dalam kondisi yang tidak menentu seperti saat ini,” harapnya. (mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB