Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Kesadaran Masyarakat Pasaman Patuhi Protokol Kesehatan Covid-19 Rendah, Bawa Masker Digantung di Leher

Dibaca : 383

Pasaman, Prokabar — Gabungan wartawan Kabupaten Pasaman kerjasama BPJS Kesehatan, lakukan aksi peduli kesehatan di masa pandemi corona. Dalam kegiatan itu dilaksanakan pembagian masker kepada masyarakat Pasaman di dua lokasi berbeda.

Aksi ini menyasar lokasi keramaian di hari pasar Lama Lubuk Sikaping dan Pasar Kumpulan, Kecamatan Bonjol.

Salah seorang wartawan, Amri menjelaskan, aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian wartawan Pasaman dan BPJS Kesehatan, menyikapi kian tingginya angka sebaran wabah virus corona di tengah-tengah masyarakat, khususnya di Pasaman.

“Kita tidak kuasa mengantisipasi sebaran virus ini, namun kami wartawan tetap berupaya meminimalisir sebarannya melalui sosialisasi dan himbauan nyata mematuhi protokol Kesehatan pada publik,” jelas Amri.

Pihak BPJS Bukittinggi, Reza saat penyerahan masker menyebutkan, di masa adaptasi kehidupan baru covid-19, BPJS menggandeng mitra wartawan untuk melakukan aksi pembagian masker.

“Kami dari BPJS Bukittinggi melakukan kerjasama dengan wartawan Pasaman, Bukittinggi dan Padang Panjang,” ujar Reza.

Sementara itu, Ketua PWI Pasaman Rismainaldi, menyambut baik kerjasama BPJS Kesehatan dengan wartawan Pasaman dalam rangka aksi sosial pembagian masker. Diharapkan, kerjasama ini dapat berlanjut dengan aksi lanjutan berikutnya.

Rismainaldi juga mengingatkan wartawan sebagai profesi yang bersentuhan dengan banyak orang dari semua kalangan, hendaknya lebih peduli dengan kesehatan pribadi dan keluarganya.

Dalam aksi tersebut, gabungan wartawan Pasaman menemukan kondisi masih rendahnya kesadaran masyarakat mematuhi aturan protokol kesehatan Covid-19.

Seperti di Pasar Lubuk Sikaping, kendati sudah banyak masyarakat dan pedagang membawa masker, namun sangat sedikit yang memakainya sesuai aturan.

“Umumnya masker digantung begitu saja di leher, namun tidak dipasang menutupi mulut dan hidung,” lanjut Amri.

Lebih ironis lagi di Pasar Kumpulan. Pasar yang ramai didatangi masyarakat dua kecamatan, yakni Bonjol dan Sempati ini, begitu minim masyarakat membawa masker. (ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top