Lifestyle

Keren! Kedua Kalinya, Desainer Rinaldy Yunardi Raih Penghargaan World of WearableArt Awards

Rinaldy Yunardi ketika meraih penghargaan World of WearableArt (WOW) Awards

Jakarta, Prokabar — Prestasi membanggakan diraih desainer kenamaan Rinaldy Yunardi. Ia mendapatkan tiga penghargaan di ajang World of WearableArt (WOW) Awards yang diselenggarakan di Wellington, New Zealand.

Penghargaan ini jadi kali kedua bagi Rinaldy meraih prestasi kelas dunia. Sebelumnya di tahun 2017, Rinaldy meraih penghargaan yang sama.

Pada kompetisi tahun ini, terdapat 108 busana yang menjadi finalis. Busana tersebut adalah karya 115 desainer yang berasal dari 22 negara dan wilayah untuk memenangkan satu dari 34 penghargaan dan hadiah sebesar NZ$180,000.

Penghargaan yang didapat Rinaldy adalah Supreme WOW Award, Avant-Garde Section Award, dan International Design Award: Asia. Semua penghargaan tersebut didapat dari busana rancangannya yang diberi nama The Lady Warrior.

Rinaldy mengisahkan saat menciptakan The Lady Warrior, ia terinspirasi pejuang yang menurutnya paling tangguh, yaitu para perempuan. The Lady Warrior bukan menggambarkan kekuatan fisik tapi kekuatan dalam diri yang dimiliki seorang anak perempuan, istri dan ibu.

Karya Rinaldy Yunardi dengan tema 'The Lady Warrior'

Karya Rinaldy Yunardi dengan tema ‘The Lady Warrior’

“Saya menggunakan berbagai macam bahan untuk merepresentasikan elemen-elemen berbeda The Lady Warrior. Saya menggunakan kertas daur ulang yang dibuat menjadi tali dan kemudian ditenun erat. Ini merupakan simbol kemanusiaan dan kekuatan dalam diri yang dibangun dari pengalaman perempuan – mereka dilahirkan sebagai sosok yang rentan tapi pengalaman hidup mereka membuatnya kuat,” jelas Rinaldy.

Pendiri World of WearableArt yang juga merupakan juri tetap kompetisi ini, Dame Suzie Moncrieff mengatakan karya Rinaldy sebagai metaformosis luar biasa.

“The Lady Warrior adalah busana yang dideskripsikan oleh para juri sebagai metamorfosis luar biasa dari bahan organik yang rapuh menjadi sesuatu yang sangat indah,” ujarnya.

Selama tiga minggu setiap tahunnya, kompetisi wearable art yang tersohor di dunia ini menampilkan karya finalis dengan pertunjukkan teatrikal spektakuler di ibukota New Zealand, Wellington. Sekitar 60 ribu pengunjung dari dalam dan luar negeri akan hadir untuk menyaksikan acara tahunan World of WearableArt Awards 2019.

Di tahun 2019, perancang busana dari 43 negara dan wilayah mendaftarkan diri dengan harapan karya mereka dapat lolos proses penilaian dan ditampilkan di panggung sebagai finalis World of WearableArt Awards.

Para perancang busana yang karyanya menjadi finalis memiliki latar belakang yang bervariasi. Baik itu perancang busana profesional, maupun bukan profesional yang bekerja di bidang fesyen, seni, kostum dan teater, juga mahasiswa dan kontestan perdana.

Sebanyak 115 desainer finalis dihadapkan pada enam tantangan desain yang kemudian dijadikan pertunjukan busana enam dunia. Tiga tema tetap yang selalu dipakai setiap tahunnya adalah Aotearoa – sebutan suku Māori untuk New Zealand, Avant-garde yang berarti hal yang baru dan tidak biasa, serta terbuka (Open). Tiga tema lainnya adalah tema baru, yaitu mitos, transformasi, dan putih. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top