Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Kepemimpinan ‘Mandeg’! Ahmad Faisol Maju Di Bursa Pemilihan Ketua Umum APJATI

Dibaca : 163

Jakarta, Prokabar — Jelang Musyawarah Nasional (Munas) Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) November mendatang, Ahmad Faisol, S.E siap mencalonkan diri.

Sebagai calon ketua periode 2020 – 2024, pria yang akrab disapa Gus Faisol ini telah mengantongi 50 persen suara dari anggota APJATI.

“Alhamdulillah sampai sekarang lima puluh persen suara akan mendukung saya. Saya yakin bisa maju menjadi ketua APJATI yang amanah,” yakin Faisol di acara deklarasi pencalonan dirinya di Kedai Tempo Jalan Utan Kayu, Jakarta Timur, Rabu (2/9).

Deklarasi yang mengusung tema ‘Menuju APJATI Lebih Baik Untuk Kemaslahatan Seluruh P3MI’, Direktur Utama PT Timuraya Jaya Lestari ini mengaku APJATI tengah memasuki masa-masa gelap.

Menurutnya APJATI seperti kehilangan orientasi gerak dan visi untuk menjadi asosiasi bisnis yang sesungguhnya. Salah satu sebabnya adalah soal kepemimpinan yang ‘mandeg’ dan minus visi perbaikan.

“Saya harus menyebut ini karena selama delapan tahun terakhir, tidak banyak yang dilakukan kepemimpinan saat ini untuk membuat APJATI bergerak semakin baik dan mendatangkan manfaat atau kemaslahatan bagi anggota,” tegasnya.

Ditambah lagi dengan adanya rumor tentang kepemimpinan saat ini yang sibuk dengan urusan bisnisnya sendiri membuat Gus Faisol harus mengambil alih menjadi seorang pemimpin.

“Rumor menyebut kepemimpinan saat ini terlalu sibuk dengan urusan bisnisnya sendiri, sering menghakimi anggota dan tidak pernah hadir saat anggota asosiasi (P3MI) mengalami kesulitan,” tambahnya lagi.

Perubahan yang ingin dicapai Gus Faisol disebutkan ada tiga gagasan. Yaitu pertama Re-branding, artinya APJATI harus mengubah wajah kelembagaannya.

*Harus humanis, menasbihkan diri sebagai bisnis yang bersih (bukan bisnis kotor) dan mendorong pemberdayaan pekerja migran dan bukan sebaliknya,” jelasnya.

Kedua tentang marketplace untuk pekerja migran. Di masa perkembangan teknologi digital yang secepat ini, menurutnya tidak sulit mendorong kehadiran marketplace yang mempertemukan kebutuhan pekerja migran dengan P3MI.

“Marketplace ini boleh jadi dalam bentuk kebutuhan barang atau mempertemukan kebutuhan pekerjaan dan penempatan di masing-masing negara.

Terakhir tentang bersinergi dengan pemerintah, Gus Faisol mengharapkan sinergi dengan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) maupun dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) menjadi Sinergi yang baik dan intensif menjadi kunci perbaikan penempatan pekerja migran. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top