Kepada Presiden Jokowi, Raja Belanda Minta Maaf Atas Kekerasan Pascaproklamasi

Penulis -

Selasa, 10 Maret 2020 - 21:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bogor, Prokabar – Raja Belanda menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia atas aksi kekerasan yang dilakukan militer Belanda pascaproklamasi kemerdekaan Indonesia pada 1945.

Hari ini (10/03), di hadapan Presiden Joko Widodo, Raja Belanda Willem-Alexander berkata, “Saya sadar, luka dan duka keluarga yang terkena dampaknya masih terus terasa hingga hari ini,” lanjutnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Permintaan maaf serupa sudah pernah dilakukan sebelumnya. Bukan atas penjajahan, namun merujuk pada usaha perebutan kembali kekuasaan setelah Proklamasi 17 Agustus 1945.

Pada 1995, Ratu Beatrix menyebut peristiwa itu “membuat kami sangat sedih”. Sepuluh tahun kemudian, pada 16 Agustus 2005, Menlu Belanda Bernard Bot menghadiri peringatan 60 tahun kemerdekaan Indonesia di Istana Negara dan menyebut kehadirannya bisa dianggap sebagai penerimaan perayaan kemerdekaan Indonesia ‘secara politik dan moral’.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selanjutnya pada 2011 dan 2013, pemerintah Belanda melalui duta besarnya menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa Rawagede dan Westerling, lalu memberikan uang ganti rugi untuk keluarga korban dua pembantaian tersebut.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Selama ini Belanda tak mengakui kemerdekaan Indonesia jatuh pada 17 Agustus 1945, namun pada 27 Desember 1949 saat penyerahan kedaulatan di Amsterdam.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Selasa, 22 September 2026 - 06:16 WIB

Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB