Kedua Paslon Pilpres Siap Untuk Debat

Penulis -

Senin, 14 Januari 2019 - 08:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar — Tim pemenangan kedua pasangan calon (paslon) Presiden dan Wakil Presiden (Wapres) sepakat melakukan debat sesuai dengan substansi, tidak melanggar konteks yang telah ditentukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada debat perdana pada Kamis (17/1).

Tema pada debat perdana yakni tentang penegakan hukum yakni penindakan korupsi, penegakan HAM, dan teorisme.

Direktur Relawan Tim Kampanye Nasional (TKN) paslon nomor 01 Joko Widodo-Ma’aruf Amin Maman Imanulhaq menjelaskan, pihak telah siap melakukan debat perdana, secara teknis paslonnya menguasai tema debat yang ditentukan. Dan melakukan debat dengan retorika yang kontruksi sesuai dengan kebijakan yang telah diterbitkan sektor penegakan hukum.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Mempunyai konsep yang jelas ada penegakan hukum, sesungguhnya hukum jaman jokowi sudah terbukti,” kata Maman Imanulhaq di Jakarta, Minggu (13/1).

Dia melanjutkan, pengalaman petahana telah merumuskan kebijakan penegakan hukum yang kontruktif dengan mengelaborasikan penanganan korupsi, terorisme, penegakan HAM, dan lain sebagainya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Namun, tetap menjunjung tinggi asas netralitas penegakan hukum dengan cara tidak mengintervensi penegakan hukum. Biar aparat hukum yang memutuskan konsekuensi hukum pada terdakwa di persidangan.

“Selama dia salah tidak akan dilindungi oleh aparat penegak hukum dan ditangkap sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga S Uno Priyo Budi Santoso menjelaskan, pihaknya telah mengeksplorasi berbagai kebijakan penegakan hukum sebagai bahan untuk debat. Sehingga, ketika adu argumen berlandaskan fakta-fakta dilapangan.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

“Kelemahan lima tahun kemarin dapat diperbaiki disempurnakan dengan langkah -langkah tepat,” kata dia.

Meskipun, didasari oleh kelemahan yang dikumpulkan tim tenaga ahli BPN, perdebatan yang akan dilakukan oleh kandidatnya tetap mengutamakan sikap negarawan. Jadi, perdebatan akan saling menjaga kehormatan masing-masing paslon di debat perdana.

“Pertanyaan yang kandidat kami tanyakan yang sifatnya kenegarawanan,” imbuhnya. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB