Kecelakaan Meningkat, Danantara dan KAI Bangun Jalur Pemberhentian Darurat di Tanah Datar

Penulis -

Kamis, 19 Februari 2026 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanah Datar, Prokabar – Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, melakukan peninjauan rel kereta api dan ruas jalan di kawasan Panyalaian, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar, Kamis (19/2/2026). Peninjauan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi meningkatnya kecelakaan lalu lintas di kawasan tersebut, yang ke depan akan dibangun jalur pemberhentian darurat.

Dony Oskaria yang juga menjabat sebagai Ketua BP BUMN menyampaikan bahwa upaya pencegahan kecelakaan harus dimulai dari kepatuhan pengendara terhadap standar keselamatan kendaraan, terutama kendaraan berat seperti truk.

Baca Juga :  Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

“Kecelakaan ini ingin kita minimalisasi. Pemerintah daerah sudah meminta kepada seluruh truk, terutama, untuk memperhatikan syarat-syarat kelengkapan kendaraannya. Pemerintah mewajibkan pengendara untuk memeriksa rem dan komponen lainnya sebelum melintas,” ujar Dony.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa langkah teknis di lapangan tetap diperlukan sebagai bentuk mitigasi risiko. Salah satunya dengan membangun jalur penyelamatan atau pemberhentian darurat.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

“Sebagai antisipasi, kita akan membangunkan jalur penyelamatan. Akan ada jalur pemberhentian darurat yang dibangun bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia dan pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, mengatakan bahwa balai nasional siap membangun fasilitas penyelamatan darurat tersebut. Namun, pihaknya meminta dukungan dari BP BUMN terkait persoalan lahan.

“Balai nasional akan membangun jalur penyelamatan darurat, tapi kami minta bantuan BP BUMN karena lahan ini dikuasai KAI dan akan digunakan sebagai jalur pemberhentian darurat,” kata Andre.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Ia menambahkan, teknis pembangunan akan dibahas lebih lanjut melalui rapat lintas instansi. Pembangunan jalur ini dinilai mendesak mengingat tren kecelakaan di kawasan tersebut terus meningkat.

Kunjungan lapangan ini turut didampingi Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Bupati Tanah Datar Eka Putra, serta jajaran instansi terkait lainnya. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB