Nasional

Kebijakan Sejumlah Maskapai Penerbangan Menuai Protes Asita Sumbar

Padang, Prokabar – Kebijakan yang diberlakukan sejumlah maskapai penerbangan menuai protes dari Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumatera Barat.

Kebijakan tersebut yakni pemberlakuan zero comission (meniadakan komisi) bagi agen travel oleh Garuda Infonesia.

Kemudian Asita juga tidak setuju dengan bagasi berbayar yang diberlakukan Lion Air dan Citylink.

Ketua Asita Sumbar Ian Hanafiah didampingi beberapa agen travel yang tergabung dengan Asita di Padang mengatakan, sikap maskapai Garuda, Lion Air dan Citylink tersebut akan mematikan pariwisata Sumbar yang sudah lama dibangun pemerintah bersama pelaku pariwisata dan Asita.

“Jika kebijakan ini tetap diberlakukan maka pariwisata Sumbar akan mati. Orang akan berpikir ratusan kali untuk wisata dalam negeri (domestik) termasuk ke Sumbar. Sebaliknya orang akan berwisata ke luar negeri seperti ke Malaysia, Singapura, Korea dan Cina karena ongkos lebih murah,” katanya saat jumpa pers bersama awak media di Padang, Rabu (9/1).

“Padahal, pemerintah menargetkan 20 juta turis luar negeri berkunjung ke Indonesia, belum lagi target pariwisata ke Sumbar. Bagaimana Asita akan menawarkan paket pariwisata jika kebijakan maskapai menambah kost bagi wisatawan,” sambungnya.

Dijelaskannya, zero commision yang diberlakukan Garuda bisa membuat agen travel gulung tikar, kemudian bagasi berbayar akan membunuh usaha mikro kecil menengah (UMKM).

Menurutnya, tidak akan ada lagi pengunjung yang berwisata membeli oleh-oleh karena beban dari ongkos bagasi pesawat.

“Tiket pesawat mahal, hotel mahal itu biasa pada kondisi tertentu, seperti tahun baru atau natal. Kondisi sekarang sudah luar biasa dan tidak manusiawi lagi. Kami juga tidak ingin Airlines merugi, tapi kondisi saat ini sungguh sangat luar biasa,” ujarnya.

Untuk itu, Asita Sumbar berharap pemerintah provinsi Sumatera Barat bisa memberikan masukan kepada kementerian terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Perhubungan terkait kebijakan maskapai tersebut.

“Kenapa kami begitu ngotot menolak kebijakan itu, karena dua maskapai, Garuda dan Lion Air, menjadi favorit wisatawan. Nah sekarang tiba-tiba ada kebijakan bagasi berbayar dan peniadaan komisi, tentu membuat agen travel kembang kempis,” ungkap Ian.

Solusinya, jika memang komisi ditiadakan, maskapai memberikan kelonggaran kepada agen travel untuk service cash (menaikkan harga jual tiket).

Namun jika tidak ada kelongaran maka Asita akan melakukan mogok nasional dan akan membicarakan masalah tersebut bersama Asita pusat.

“Kami tak akan jual paket wisata, kita jual juga ndak dapat apa-apa,” ulasnya.

Kemudian dilanjutkan Ian, Asita juga telah bersurat kepada Gubernur Sumbar Irwan Prayitno terkait persoalan tersebut. Asita juga akan melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan Pemprov Sumbar, sebab persoalan tersebut menyangkut kunjungan pariwisata ke Sumbar.

“Kami berharap pak gubernur bisa menyampaikan aspirasi kami ke pusat,” tukasnya.

Sebelumnya, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno sudah acap kali menyurati Kementerian Perhubungan terkait mahalnya tiket pesawat Garuda Indonesia. Kenaikan tiket tersebut berpengaruh kepada inflasi Sumbar.

Bahkan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) mengaku kecewa dengan manajemen PT Garuda Indonesia, akibat tingginya harga tiket pesawat.(*/mbb)

Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top