Artikel

Kawasan Seribu Rumah Gadang Yang Serbaguna


Oleh: Syifa Syauqi Syadri, Mahasiswi Jurusan Sastra Minangkabau, Universitas Andalas.  

Foto : Instgaram / masdianto17

Dibaca : 218

Solok Selatan, Prokabar — Minangkabau memang memiliki kawasan wisata yang sangat banyak. Daerah yang memiliki keistimewaan mulai dari budaya, suku, kuliner hingga arsitektur bangunannya yang khas. Salah satunya yaitu kawasan wisata Seribu Rumah Gadang. Tidak heran lagi mengapa kawasan ini menjadi viral karena keunikan dan kekhasan rumah gadang Minangkabau tersebut. kawasan wisata ini hampir dikunjungi ribuan wisatawan tiap tahunnya.

Nama ‘Nagari 1000 Rumah Gadang’ sendiri disematkan oleh putri Bung Hatta, Meutia Farida Hatta Swasono pada tahun 2008 yang lalu. Pada saat itu beliau masih menjabat sebagai Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dalam Kabinet Indonesia Bersatu era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Meskipun sering dikatakan ‘Kawasan Seribu Rumah Gadang’, namun hanya ratusan rumah gadang yang terdapat di dalamnya. Kawasan ini terletak di Nagari Koto Baru, Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat. Untuk menuju kawasan tersebut, membutuhkan waktu 4 jam dari Padang. Selama dalam perjalanan akan disuguhi pemandangan yang sangat indah seperti perbukitan, kebun teh, danau atas, danau bawah, perkebunan warga serta cuaca sejuk yang sangat mendukung untuk menikmati pemandangannya.

Di dalam Kawasan tersebut, rumah gadang sangat tersusun rapi. Bangunan rumah gadang berbentuk unik seperti tanduk kerbau, yang menjadi lambang Minangkabau. Usia rumah gadang bermacam-macam, ada yang sudah puluhan tahun dan ada pula yang ratusan tahun. Meskipun ada beberapa yang terbengkalai, tetapi banyak juga yang masih terurus karena ada penghuninya.

Selain menjadi kawasan yang sering dijadikan lokasi syuting, Seribu Rumah Gadang pun juga sangat cocok dijadikan tempat wisata bagi segala usia guna menambah ilmu pengetahuan mengenai budaya masyarakat Minangkabau. Lokasi ini tidak hanya menyuguhkan rumah gadang saja, tetapi juga menyediakan baju adat untuk disewa kepada para wisatawannya.

Karena sebagian rumah adat minangkabau ada yang tidak berpenghuni, pemerintahan  pun berinisiatif menjadikan rumah gadang tersebut untuk home stay dengan harga hanya 250rb/orang. Selain bisa menginap, pengunjung juga bisa mengikuti kegiatan sehari-hari warga seperti memasak kuliner khas Solok Selatan, melihat pertunjukan budaya minang dan sederet peninggalan kuno peninggalan zaman dahulu.

Beragam suku di Minangkabau yang bermukim di kawasan tersebut, seperti suku melayu, tigo lareh, sikumbang, koto kaciak, kampai, durian, bariang dan panai. Tiap suku memiliki rumah gadang masing-masing. Hal tersebut menandakan bahwa masyarakat Minangkabau sudah menerapkan toleransi sejak zaman dahulu.

Kawasan Rumah Gadang ini menjadi daya tarik tersendiri karena sangat khas. terdapat adanya cerita perjuangan anak bangsa, permainan anak nagari yang masih bertahan hingga saat ini, sejarah perkembangan islam dan budaya leluhur yang masih terjaga. Karena itulah kawasan ini dapat menjadi objek belajar bagi generasi muda akan kekayaan adat dan budaya minangkabau. Bisa juga menjadi bahan untuk melalukan penelitian dan pengabdian bagi mahasiswa atau mahasiswi perguruan tinggi.

Sayangnya, saat ini rumah gadang di kawasan tersebut banyak yang tidak berpenghuni dan terbengkalai, sehingga hanya digunakan untuk acara-acara adat tertentu. Oleh karena itu pemerintah berinisiatif untuk menjadikan rumah gadang yang terbengkalai menjadi rumah singgah atau home stay.

Para pengunjung yang menginap tidak perlu risau kepanasan saat tidur, karena di daerah tersebut tidak memerlukan ac atau kipas angin lagi. sebab di Solok Selatan ketika pagi hari amat sangat dingin, sedangkan pada siang hari cuacanya sejuk dan pada malam hari cuaca termasuk hangat, tidak seperti di pagi hari. (***)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top