Kapolres Agam Kawal Pembangunan Jembatan Darurat Di Maninjau

Penulis -

Senin, 15 Desember 2025 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maninjau, Prokabar.com – Jajaran Polisi Resor atau Polres Agam sangat inten dalam pembangunan jembatan darurat agar dapat menghubungkan akses jalan dari Nagari Maninjau menuju Nagari Sungai Batang dan Nagari Tanjung Sani. Meski baru bisa dilalui kendaraan roda dua, setidaknya sudah meringankan akses jalan penghubung masyarakat.

 

Setelah sukses bersama jajaran TNI, relawan dan masyarakat membangun jembatan darurat di Jorong Bancah Nagari Maninjau, kini berlanjut di Batang Tumayo.

Jembatan yang jebol akibat hantaman kuat banjir bandang, sempat melumpuhkan akses penghubung ini dan membuat Sungai Batang terisolir. Dengan aksi gotong royong masyarakat, jembatan darurat untuk kendaraan roda dua dan pejalan kaki telah berhasil terbangun beberapa waktu lalu.

Baca Juga :  Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar

Namun karena target untuk kendaraan roda empat harus dapat terjangkau, maka butuh pembangunan jembatan darurat menggunakan pohon kelapa warga dengan jumlah lebih banyak.

Kapolres Agam, AKBP Muari mengatakan, pada saat pembangunan jembatan darurat pada jalan terban di Jorong Bancah, beruntung material sangat madai dari normalisasi sungai Batang Balok Bancah. “Coral dari sungai ini sangat bagus untuk timbunan pembuatan jembatan darurat.” ujarnya.

Baca Juga :  Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Kondisi ini mendapat cepat terselesaikan berkat semangat gotong royong masyarakat dan bantuan jajaran TNI, BPBD, PMI, Mahasiswa UNP dan relawan lainnya hadir mempersamai. “Kolaborasi ini menjadi momen penting sebagai contoh dalam percepatan penanganan bencana alam.” terangnya.

Sementara itu, Camat Tanjung Raya, Al Hafizd menambahkan, pihaknya memang sangat fokus pada jalan dan jembatan sebagai akses utama penghubung ke lokasi bencana. Agar dukungan atau bantuan berupa logistik, peralatan normalisasi sungai dan fasilitas lainnya dapat masuk, maka akses jalan dan jembatan harus lancar.

Baca Juga :  KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

“Penanganan bencana ini alhamdulillah mendapat dukungan banyak pihak. Termasuk jajaran TNI/Polri dari wilayah Agam maupun dari luar Provinsi Sumatera Barat. Untuk itu, kita dari pemerintah daerah bersama masyarakat harus lebih optimal lagi turut berperan aktif membantu percepatan penanganan bencana ini,” pungkasnya. (rud)

 

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027
Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 
Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh
KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api
KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan
Pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar Tumbuh Positif, Capai 5.427 Pelanggan hingga Agustus 2026
Stasiun Duku Penghubung Perjalanan Masyarakat, Layani Seluruh KA Penumpang Divre II Sumbar
Gebyar Pajak 2026, Gubernur Ajak Masyarakat Taat Pajak untuk Pembangunan Sumbar

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Atlet Voli Porprov XVI Sumbar Berpeluang Tampil di Proliga 2027

Rabu, 7 Oktober 2026 - 12:01 WIB

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Oktober 2026 - 10:56 WIB

Kontrak Baru Adhi Karya Capai Rp8,9 Triliun, Moeharmein Sebut Kebutuhan Infrastruktur Nasional Terus Tumbuh

Rabu, 7 Oktober 2026 - 09:21 WIB

KAI Divre II Sumbar Terus Perkuat Keselamatan Perlintasan Sebidang Kereta Api

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:55 WIB

KAI Divre II Sumbar Kembali Imbau Penumpang Jaga Ketertiban dan Kenyamanan Selama Perjalanan

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB