Juru Selamat dari Alor, “Siskamling” Bencana yang Menyelamatkan Nyawa

Penulis -

Kamis, 8 April 2021 - 07:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Soleman Kamenglet

Soleman Kamenglet

Alor, Prokabar – Kokok ayam jago pagi itu lebih gaduh dari biasanya. Soleman Kamenglet terbangun dari peraduan dan segera loncat dari tempat tidurnya. Ada firasat buruk yang menyergap perasaan Ketua RT ini. Hari itu hari besar umat Kristiani, Paskah, Minggu (4/4/2021).

Benar apa yang dirasakan Soleman. Air sudah menggenang di sebagian Desa Waisika, Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Rasa tanggung jawabnya sebagai Ketua RT, mendorongnya berlari menggedor satu pintu rumah ke pintu rumah yang lain. Soleman berteriak keras membangunkan tetangganya.

Soleman mengajak warga segera bergegas lari ke arah pegunungan. Menghindari banjir yang naik dengan cepat, hingga dalam waktu singkat sudah setinggi paha orang dewasa. Kurang lebih hampir satu meter.

Masih di bawah guyuran hujan, puluhan warga menghambur ke arah bukit. Ya, lokasi desa ini memang dijepit oleh lereng pegunungan di belakang, dan hamparan Laut Banda di depan.

Syahdan, sebanyak 45 KK yang terdiri atas 85 warga, berhasil selamat dari gelombang banjir kedua yang melanda sekitar 2,5 jam setelahnya, atau sekitar pukul 07.00 WITA. “Saat arus banjir datang lagi jam tujuh pagi, kami semua sudah berada di lokasi aman, dan semua selamat,” ujar Soleman sang juru selamat bagi warganya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Meski hujan tidak juga berhenti, Soleman tetap meminta warganya bertahan di lokasi aman. Ia melarang warganya yang hendak pulang ke rumah, meski sekadar menengok.

Siklus 2,5 jam ketiga kembali datang. Gelombang banjir bah yang datang dari arah atas turun dengan sangat deras, membawa material apa saja yang menghalanginya. Pepohonan, bebatuan, tersapu banjir bah besar yang datang sekitar pukul 09.00 – 10.00 WITA. “Jam persisnya kurang tahu, tapi kurang lebih antara jam sembilan dan jam sepuluh. Langit gelap tertutup awan dan hujan,” ujar Soleman.

Gelombang banjir ketiga itulah yang menghancurkan hampir semua rumah warga. Tak kurang 41 rumah mengalami rusak berat dan rusak sedang. Bahkan tidak sedikit yang tercerabut dari pondasinya. Rumah seisinya bersih tersapu banjir yang kemudian terhempas ke Laut Banda.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

KEARIFAN LOKAL

Soleman menceritakan kisah heroiknya menyelamatkan warga di lingkungan RT yang ia pimpin, disaksikan Kepala BNPB Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo tepat di lokasi kejadian banjir di RT nya. Doni sendiri bersama rombongan BNPB, sejak Senin (5/4/2021) sudah berada di Nusa Tenggara Timur untuk mengkoordinasikan penanggulangan bencana.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr (HC) Doni Monardo

Setelah mengunjungi Lembata kemarin (6/4/2021), hari ini Doni sudah berada di Alor. Salah satu kabupaten di ujung timur Provinsi NTT. Data terakhir hari ini (7/4/2021), korban meninggal dunia di Alor tercatat 25 jiwa, korban hilang 20 jiwa, korban luka-luka 25 jiwa. Jumlah rumah rusak berat tercatat 179 unit, rumah rusak sedang 181 unit, dan 5 Fasum ikut terdampak pula.

Usai kunjungan, Doni Monardo kembali ke Larantuka, Flores Timur. Malam hari, Doni mengajak peserta rapat koordinasi penanganan bencana NTT via zoom yang berlangsung di rumah jabatan bupati Flores Timur untuk belajar dari kisah kearifan lokal Soleman. Seseorang yang dituakan, lalu dipilih menjadi Ketua RT, akan sangat didengar oleh warganya.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Tak bisa dibayangkan seandainya Soleman tidak menggedor-gedor rumah warga, bisa dipastikan jumlah korban jiwa akan lebih banyak.

Sejatinya, peran warga sangat besar dalam mengatasi bencana alam. Bahkan, 80 persen, Tindakan penyelamatan korban dilakukan oleh warga itu sendiri. “Jadi budaya gotong royong harus dimasukkan dalam program mitigasi bencana,” tandas Doni Monardo.

Apa yang dilakukan Soleman, sejalan dengan yang kerap diingatkan Kepala BNPB Doni Monardo. Yakni para pejabat pemerintah terutama bupati, wali kota, camat dan kepala desa kiranya aktif mengikuti informasi cuaca oleh BMKG. Kalau seandainya daerah terdampak, maka harus memberi info kepada warga.

Misal malam, curah hujan tinggi, rumah di lereng/kaki bukit sebaiknya mengungsi dulu. Agar bisa menghindari terjadi longsor, pohon tumbang. Bagi yang rumahnya dekat sungai, lembah, sebaiknya mengungsi, mengamankan barang berharga.

“Setiap jam, harus ada piket, siaga, bergantian masyarakat membagi tugas, semacam siskamling bencana. Sehingga ketika ada potensi terjadi banjir bandang, masyarakat bisa mengetahui lebih dini,” ajak Doni. (*)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB