Daerah

Jarang Adanya Laporan Polisi, Dua Polsek di Pasaman Masuk Dalam Daftar Pembatasan Proses Penyidikan Polri

Dibaca : 139

Pasaman, Prokabar – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan keputusan terkait Kepolisian Sektor (Polsek) di jajarannya.

Keputusan ini tertuang dalam Keputusan Kapolri, Nomor: Kep/613/III/2021 tanggal 23 Maret 2021 yang ditandatangani oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Dalam keputusan tersebut, Kapolri menetapkan sebanyak 1.062 Polsek di jajarannya tidak bisa lagi melakukan penyidikan. Polsek yang ditunjuk ini hanya untuk memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat.

Dua di antara 1.062 Polsek itu ada di Pasaman dan 20 lainnya ada di wilayah Polda Sumbar. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto.

Kapolres Pasaman, AKBP Dedi Nur Andriansyah menyambut baik perihal keputusan Kapolri ini. Ia menilai, keputusan ini keluar tidak lain untuk keamanan dan kenyamanan anggota serta masyarakat di lapangan.

“Dalam keputusan Kapolri ini, alasan Polsek tidak melakukan penyidikan adalah karena jarak tempuh Polsek dengan Polres yang dekat, dan ada pula karena sedikit menerima laporan Polisi dalam setahun. Di Pasaman, dua Polsek tidak boleh melakukan penyidikan ini lebih ke arah sedikitnya laporan polisi yang diterima,” pungkasnya. (Ola)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top