Ketika mendapati hidung si kecil mengeluarkan darah segar, Ibu siapa yang tak akan cemas. Ya, selaput lendir dan pembuluh darah si kecil memang masih tipis dan sensitive. Sehingga banyak faktor pencetus ringan yang mengakibatkan darah langsung mengucur keluar hidung. Tetapi mimisan itu cepat berhentinya kok! Untuk itu Anda harus tau betul apa itu mimisan.
Mimisan (Epistaktis) adalah satu keadaan pendarahan dari hidung yang keluar melalui lubang hidung. Ia terjadi akibat lepasnya lapisan mukosa hidung yang mengandung banyak pembuluh darah kecil.
Ingat, pembuluh darah (pleksus kieselbach) yang pecah di daerah hidung bagian tengah itu memang seperti anyaman yang sangat halus dan tipis. Tak ayal pada anak-anak, pembuluh darah ini mudah berdarah, terutama kalau ada infeksi di daerah hidung. Sebagian besar mimisan pada anak tidak berbahaya. Jadi, tak perlu panik selama anak terlihat sehat dan aktif. Karena 90 persen, anak terkena mimisan dapat hilang dengan sendirinya.
Penyebab mimisan
- Penyebab paling sering adalah benturan atau kebiasaan mengkorek-korek hidung.
- Udara panas dan kering dapat menyebabkan selaput lender hidung menjadi kering dan pecah.
- Sekat hidung yang bengkok, menyebabkan aliran udara kurang baik.Akibatnya selaput lendir hidung menjadi kering dan pecah.
- Pilek dan alergi. Peradangan di rongga hidung danmembuang ingus terlalu keras dapat menyebabkan mimisan.
- Mencium bahan kimia, misalnya asam sulfat, bensin,amonia.
- Anak yang minum obat yang mengandung asetosal dan ibuprofen juga dapat mengalami mimisan karena darah menjadi kurang cepat membeku.
Pertolongan Saat Mimisan
Minta si kecil untuk duduk sedikit membungkuk ke depan dan bernafas melalui mulut. (bila tidur terlentang, aliran darah ke hidung bertambah deras dan darah dapat tertelan)
Tekan bagian depan cuping hidung selama lima menit dan kompres dingin/es pada tulang hidung. Es atau benda dingin lainnya yang ditempelkan mampu mengecilkan pembuluh darah sehingga perdarahan pun cepat berhenti. Dibandingkan dengan menyelipkan daun sirih pada lubang hidung si kecil. Kompres dilakukan saat perdarahan sedang berlangsung maupun berhenti
Bila setelah 5 menit masih berdarah, tekan lagi selama 15 menit. Kalau masih tetap berdarah, bawalah anak ke ruang gawat darurat rumah sakit.
Pencegahan
Saat gatal, pilek, atau membersihkan kotoran hidung, ajari anak untuk menggunakan tisu maupun saputangan. Hindari kebiasaan mengorek-ngorek hidung atau mengembuskan udara lewat hidung terlalu keras
Hindari asap/ gas bahan kimia
Hindari benturan pada hidung
Gunakan AC dengan bijak dan aman. Jangan menyetel AC terlalu dingin dan lama. Selain boros energi, udara di ruangan akan menjadi sangat dingin dan kering. Untuk Indonesia, suhu 23-260C relatif cukup.(rsk)
















