Jakarta, Prokabar- Ibukota Jakarta benar-benar nestapa dalam beberapa hari ini karena banjir. Puluhan ribu orang kehabisan makanan, pakaian kering dan obat-obatnya. Anak-anak menagis, lansia kian rentan.
Sekarang saja, hari kedua, penyakit sudah berjangkit menyerang warga kota.
Ibukota itu bak kena tsunami saja, jalan berubah jadi sungai, sungai berubah jadi ganas.

Sampai tadi, sudah 20 ribu orang yang mengungsi. Mereka meninggalkan rumah dan semua yang ada di dalamnya. Beras, persik, kasur, kursi, baju, banyak yang hanyut. Jangankan pakaian, mobil saja hanyut.
Curah hujan yang menjadi-jadi. Curah hujan daerah di sekitar Bandara Halim mencapai 377 mm, Taman Mini sekitar 350 mm dan Jati Asih 270 mm.

BNPB mencatat ada 103 titik banjir dalam dua hari ini di Jakarta. Ibukota benar-benar lumpuh, karena ketiadaan resapan air dan curah hujan yang mata tinggi.


Televisi berita melakukan breaking news sepanjang hari guna melaporkan kondisi banjir di kota terdapat di Indonesia itu. Banjir juga melanyau Jabodetabek. Di Bekasi misalnya, jalan perumahan sudah jadi sungai. (nrs)
















