Agam, Prokabar.com – Banjir bandang yang terjadi berulang kali berdampak buruk pada satuan sekolah di Nagari Maninjau. Salah satunya adalah Sekolah Menengah Atas Negeri Satu Tanjung Raya.
Hampir setiap hari pasca bencana banjir bandang, guru beserta pegawai sekolah itu melaksanakan goro pembersihan. Akan tetapi, banjir bandang kembali berulang kali pula melumpuri semua ruangan dan pekarangan sekolah.
Menanggapi hal itu, jajaran Kepolisian Republik Indonesia dari Polres Agam dan Polsek Tanjung Raya berjibaku ikut membantu pembersihan agar aktifitas Proses Belajar Mengajar (PBM) dapat terlaksana sesuai jadwalnya. Pelaksana goro juga ikut jajaran Damkar Agam dan adik-adik Pramuka Penegak Kabupaten Agam.
Waka Polres Agam, Kompol Muddazir mengatakan, awalnya pihak kepolisian terfokus pada akses jalan utama Lubuk Basung menuju Bukittinggi di Jembatan Muaro Pisang. Setelah melihat dan mengunjungi semua kawasan, banyak fasilitas sekolah terdampak bencana alam.
“Kami sangat terkejut ternyata kondisi SMA Negeri 1 Tanjung Raya ini sangat tebal berlumpur dampak banjir bandang. Menanggapi hal ini, kami spontan bersama jajaran berpartisipasi melakukan pembersihan,”ungkapnya.
Kegiatan telah berlangsung satu minggu ini lanjutnya. “Dan kita targetkan semua ruangan bersih hingga anak-anak kita dapat kembali belajar dengan aman dan nyaman,” tuturnya.
Sebanyak 120 orang personil Polres Agam berperan aktif dalam penanganan bencana banjir bandang di Kecamatan Tanjung Raya. Sebanyak 40 orang termasuk anggota Brimob Polda Sumbar dan Polres Agam terlibat pada goro ini.
“Sebanyak 30 orang anggota Polres Agam, 10 orang personil Brimob Polda Sumbar, 20 orang Kwartir 09 Tanjung Raya dan 5 orang
Tim Damkar berpartisipasi hari ini membersihkan ruangan dan pekarangan SMA Negeri 1 Tanjung Raya,” terangnya. (rud)
















