Wisata

Investasi Pariwisata Pessel Masih Terkendala, ini Penyebabnya

Pessel, Prokabar – Investasi di sektor periwisata di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel), hingga kini masih terkendala regulasi.

Tak ayal, sepanjang 2018, salah satu sektor andalan pemerintah daerah negeri berjuluk ‘sejuta pesona’ itu zero investasi.

Kepala Bidang Penanaman Modal BPMP2T, Yudi Ichsan mengatakan, hingga kini masih terkendala aturan Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) yang belum rampung.

“Ya, benar. Masih terkendala aturan. Makanya, di 2018 tidak ada investasi sektor pariwisata,” ujarnya pada wartawan beberapa waktu lalu di Painan.

Berdasarkan data BPMP2T, Sepanjang 2018, realisasi investasi di Pessel mencapai Rp900 miliar atau hanya 85 persen dari target yang sebesar Rp1,062 triliun.

Secara sektoral, penyumbang tertinggi adalah sektor perkebunan dan industri penholahan kelapa sawit. Kemudian disusul sektor properti.

Energi Baru dan Terbarukan (EBTKE) dan industri jasa telekomunikasi. Padahal, lanjut Yudi, sektor pariwiaata sangat menjanjikan.

Sebagai contoh, investor Cekoslovakia, misalnya. Investor asal Benua Eropa itu berminat membenamkan investasinya di Pulau Jawi-jawi, dengan nilai yang cukup fantastis.

“Hingga mencapai Rp80 miliar. Angka yang cukup besar bagi sektor pariwisata di Pessel. Itu artinya daerah kita sudah mulai dilirik,” jelasnya.

Selain di Jawi-jawi, potensi lainnya seperti Pulau Marak juga tengah dilirik PT Dempo Inti Land. Sesuai rencana, investasi awalnya mencapai Rp100 miliar.

Saat ini, pengembang tengah me-redesign (menata ulang) fasilitas yang ada. Untuk itu, dirinya berharap Perda RTRW segera terbit.

“Mudah-mudahan. Saat ini draftnya sudah di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD). Kabarnya tinggal tunggu finalisasi, tutupnya,(min)

Berani Komen Itu Baik
Loading...
To Top