Situjuah, Prokabar – Pernah mendengar nama Situjuah? Inilah Nagari para suhadah di Limapuluh Kota, Sumbar. Mata rantai Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) 1948-1949 bergerak di sini, namanya Peristiwa Situjuah. Diperingati rutin tiap 15 Januari.
Situjuah bukan hanya soal sejarah kemerdekaan. Tapi, juga wilayah perkampungan nan indahnya tak tanggung main. Tanam tanaman tumbuh subur di sini. Wonderfull pokoknya.


Tak ayal, Andrinof Chaniago, Komisaris Utama Bank BRI tempo hari berdecak kagum di sana. “Agrowisata Situjuah harus dikembangkan, saya akan perjuangkan ke Pusat,” kata orang dekat Presiden RI Jokowi itu. Andrinof kalau sudah bicara, biasanya tak meleset. Iya, iya. Tidak tidak.

Dia mendukung, semangat Badan Koordinasi Pemerintahan Nagari dan aparatur Kecamatan Situjuah, pegiat agrowisata dan aktivis petani sekelas Sago Indra, untuk mengembangkan potensi agrowisata Situjuah. Bupati Irfendi juga sudah mengumpulkan OPD terkait soal ini. Tinggal tahapan eksekusi yang terukur.
Menarik, Situjuah yang merupakan satu dari 13 Kecamatan di Limapuluh Kota, bernama lengkap Situjuah Limo Nagari. Bak namanya, ada 5 Nagari yang ada di Situjuah.
Masing-masing, Situjuah Batua, Situjuah Banda Dalam, Situjuah Tungka, Situjuah Gadang dan Situjuah Ladang Laweh. “Banyak potensi di Situjuah yang bisa digali maksimal,” kata Camat Syaiful, Sekretaris Camat Rayfoster dan Kasi Pemerintahan Syahrul Isman, terpisah.
Walinagari Situjuah Batua DV Dt Tan Marajo menyebut, dari 6 Jorong di nagarinya, ada beberapa Jorong yang hari ini wilayahnya fokus bergerak di sektor pertanian dan perkebunan. Diantaranya, ada Baboy.
Kampung Baboy, berbatas langsung dengan Subarang Tabek dengan Bandar Dalam. Ada ratusan hektare lahan warga, saat ini ditanami jeruk. Sebelumnya, petani juga konsentrasi berladang tembakau.


Begitu pula di Banda Dalam, Wanag Benni Balla Tamon menyebut, banyaj potensi nagari yang mesti terus digali dan dikembangkan bersama. Inilah Situjuah, kampung nan indah di bawah kaki Gunung Sago. (vbm)
















