Padang, Prokabar – Perseroan Terbatas (PT) Cahaya Sumbar Raya (CSR) mengakui kematian listrik di Sentral Pasar Raya (SPR) karena penunggakan pembayaran listrik yang dilakukan oleh perusahaannya.
“Ya, memang karena penunggakan pembayaran listrik yang kemungkinan kurang lebih tiga bulan, tapi saya tidak tahu pasti karena itu kewenangan orang keuangan,” ujar Barata Laksamana, salah seorang staf marketing PT CSR.
Ia mengatakan bahwa pihaknya masih membicarakan solusi tersebut dengan pihak pedagang, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasannya.
“Kami masih mencari solusi ini dan kami meminta bantuan pedagang agar bisa bisa memecahkan permasalahan ini,” lanjutnya.
Sementara itu, pedagang yang berjualan di lokasi SPR menurutnya tidak pernah menunggak dalam pembayaran bulanan.
“Kalau pedagang tidak ada yang menunggak, semuanya membayar sesuai dengan waktu yang ditentukan,” sambungnya.
Sementara itu, Store Manager Matahari Mall, Irfan mengatakan pihaknya mengalami kerugian dengan kejadian tersebut, sementara untuk solusi listrik mati tersebut belum diperoleh saat ini.
“Kalau kerugian sudah pasti kami rugi dengan kejadian ini. Tapi untuk angka belum bisa kami sebutkan,” katanya.
Ia mengatakan hingga berita ini diturunkan, pihaknya masih menunggu kepastian dari pihak PT CSR yang mengelola SPR.(*/mbb)
















