Ini Pandangan Mekominfo terhadap Pers Nasional

Penulis -

Jumat, 8 Februari 2019 - 22:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMERAN KARYA PERS DAN TEKNOLOGI INFORMASI

PAMERAN KARYA PERS DAN TEKNOLOGI INFORMASI

Surabaya, Prokabar — Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menilai insan pers harus tetap menunjukkan optimistisme dalam menghadapi digitalisasi.

“Kita khawatir boleh tapi harus tetap tunjukkan. Saya tidak khawatir mengenai perubahan yang terjadi saat ini, dengan digitalisasi,” jelas Rudiantara saat pembukaan  Konvensi Nasional Media Massa dalam rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional 2019 di Hotel Sheraton, Surabaya, Jawa  Timur, Jumat (08/02).

Menteri Rudiantara sempat menyinggung tema yang diambil dalam Diskusi Konvensi Media Massa.

“Kalau kita melihat judulnya Media Massa Di Tengah Terpaan Winner Takes All Market. Saya agak heran, pers di Indonesia jurnalis indonesia, pemilik pers Indonesia selalu berpikiran positif. Ini judulnya rada-rada khawatir gitu… Kita seolah habis dengan digitalisasi ini,” ungkapnya.

Menurut Menteri Kominfo, dalam pembahasan berkaitan dengan industri media atau pemberitaan, ia selalu memisahkan antara konten dengan media.

“Saya pisahkan antara konten dengan medium. Konten itu bergantung pada kemampuan sumber daya manusia, kuncinya adalah profesionalisme dari jurnalis di Indonesia,” ujarnya seraya menyepakati uraian Ketua Dewan Pers Yoseph Stanley Adi Prasetyo tentang profesionalisme jurnalis.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Mengenai digitalisasi,  Menteri Kominfo menilai perubahan itu sebagai peristiwa yang tidak bisa dihindari. Meskipun demikian, digitalisasi tetap membutuhkan kesiapan sumber daya manusia.

“Perubahan dari media cetak menuju media elektronik, hingga sekarang perubahan kepada media online sekarang kepada media sosial itu tidak bisa kita hindari. Apapun platformnya kembali kepada konten, kembali ke SDM,” ungkap Rudiantara.

Untuk itu, dirinya mendorong jurnalis dan pemilik media memanfaatkan digitalisasi yang tengah berlangsung untuk menumbuhkembangkan ekonomi Indonesia.

“Ada asosiasi, PWI, AJI, IJTI ada juga SPS. Bagaimana digital itu dimanfaatkan untuk menumbuhkembangkan ekonomi? Bagaimana mendorong pertumbuhan dari enterpreneur atau UKM di Indonesia,’ ungkapnya.

Rudiantara memaparkan bagaimana ekonomi digital akan berlangsung di Indonesia.  Menurutnya setiap orang bisa memanfaatkan platform GoJek untuk berjualan.

Baca Juga :  ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

“Yang jago masak tak perlu investasi tempat. Cukup dari dapur bisa langsung jual ke konsumen. GoJek membuka peluang kerja. GoJek pun tidak punya motor, dengan economic sharing yang punya mitranya,” jelasnya.

Satu lagi mengenai technology financial, Menteri Kominfo menyebut akan bisa mendorong inklusi keuangan.

“Dengan fintech yang ada, belum masuk yang kita harapkan. Karena fintech masih menyasar pasar eksisting. Masyarakat yang belum tersentuh layanan perbankan belum terjangkau,” tuturnya.

Menurut Rudiantara, ekonomi digital akan menciptakan lapangan pekerjaan baru (workforce digitalization), menggunakan pendekatan ekonomi berbagi (shared economy) serta mengembangkan inklusi keuangan.

“Dalam pertemuan G20 di summit terakhir di Argentina, dari 32 point deklarasi. Satu deklarasi dari Indonesia bagaimana memanfaatkan ekonomi digital. Terutama untuk mengurangi gap di dunia antara the have dan the have not. Semua negara di dunia punya permasalahan gini ratio,” jelasnya.

Baca Juga :  Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Sebelum memberikan sambutan, Menteri Kominfo Rudiantara sempat menunjukkan tempat yang terbaik bagi reporter agar bisa mendapatkan foto terbaik.

“Saya lihat reporter di sebelah sini, seharusnya sebelah sini (menunjuk sisi lain) agar dapat foto yang baik,” ungkapnya.

Diskusi Konvensi Media Massa itu diikuti sekitar 750 jurnalis se-Indonesia. Hadir pula Ketua PWI Atal Depari dan Ketua Dewan Pers Yosep Stanley Adi Prasetyo. Hadir pula Mantan Menteri Kominfo Muhammad Nuh, Mantan Ketua PWI Margiono, Mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan, pengusaha media Chairul Tanjung dan Direktur Utama Metero TV Tommy Suryopratomo.

Hadir pula Duta Besar dari 25 negara sahabat, antara lain: Amerika Serikat, Rusia, Austria, Kamboja, Bangladesh, Maroko, Lebanon, Taiwan, Serbia, Bosnia, Herzgovina, Mesir, Jepang, Slovakia, Thailand, Belanda, Iran, Australia, Pakistan, Singapura, Ceko, Bulgaria, Yunani, dan Seycheles. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo
ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia
Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI
Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok
Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut
Jelang Muktamar Muhammadiyah, 10 PWM Sepakati Risalah Bukitinggi
Rahmat Saleh Dorong Keterbukaan Tata Niaga Impor Gula
ADPI Sukses Launching IADP melalui Technical Guidance Book Chapter Writing – Springer.

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:08 WIB

Indonesia Cetak Sejarah, Juara Perdana FIFA ASEAN Cup 2026 di Hadapan Presiden Prabowo

Senin, 5 Oktober 2026 - 17:39 WIB

ADPI Lakukan Kunjungan Persahabatan ke Faculty of Education, Universiti Kebangsaan Malaysia

Rabu, 30 September 2026 - 17:37 WIB

Perkuat Ekosistem Digital Aviasi, IAS Hadirkan Layanan Airport Assistance Joumpa di wondr by BNI

Rabu, 23 September 2026 - 10:46 WIB

Rahmat Saleh Salurkan Bantuan Tanggap Darurat untuk Korban Galodo di Solok

Selasa, 22 September 2026 - 12:04 WIB

Calon Ketua Umum DPP AMPI Zigo Rolanda Perkuat Silaturahmi dengan Kader Sumut

Berita Terbaru

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB