Ini Langkah Pasbar Tekan Angka Stunting

Penulis -

Kamis, 11 April 2019 - 23:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasbar, Prokabar — Kabupaten Pasaman Barat salah satu kabupaten  dari 100 daerah yang penduduknya masih banyak ditemukan kasus Stunting. Berbagai upaya dilakukan untuk menuntaskan kasus tersebut salah satunya dengan melakukan Rembuk aksi Percepatan Penurunan Stunting.

Bupati Syahiran mengatakan, stunting atau masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama,  mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek dari standar usianya.

“Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian periode 1000 hari pertama kehidupan seyogyanya mendapat perhatian khusus karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan dan produktivitas seseorang di masa depan,”papar Syahiran.

Ia melanjutkan, penanganan stunting perlu koordinasi antar sektor dan melibatkan berbagai pemangku kepentingan seperti pemerintah pusat, daerah, nagari. Pasalnya, sektor kesehatan atau gizi spesifik hanya menyumbang 30 persen terhadap prevalensi stunting, sedangkan 70 persen lagi berasal dari aspek lainnya.

“Seperti praktek pengasuhan yang kurang baik, rendahnya ketahanan pangan, kurangnya akses kepada air bersih, akses terhadap layanan kesehatan,”jelas Syahiran.

Berdasarkan strategi Nasional percepatan pencegahan stunting periode 2018-2024, menetapkan bahwa sasaran prioritas intervensi stunting adalah ibu hamil dan anak berusia 0-23 bila  atau rumah tangga 1.000 PHK, ditambah anak usia 24-59 bulan, wanita usia subur dan remaja putri.

“Rembuk stunting merupakan suatu langkah penting yang dilakukan pemerintah daerah. Rembuk stunting secara khusus membahas rencana kerja aksi Konvergensi stunting pada tahun 2019 dan 2020 yang akan dimasukkan ke dalam RKPD, maupun Remaja OPD,”tegas Syahiran.

Diakhir sambutannya Syahiran berpesan, agar OPD memprioritaskan intervensi pada lokus dengan prevalensi stunting yang tinggi pada tahun 2020. OPD menyempurnakan data intervensi cakupan program sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.  Pemerintah nagari meningkatkan dukungan terhadap intervensi stunting melalui APB Nagari. (eym)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete
Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk
Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia
Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri
Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita
XL Axiata dan Komunitas Jurnalis Gelar Donor Darah untuk Anak-Anak Penderita Kanker
XL Axiata Salurkan Bantuan untuk Korban Kabut Asap di Kalsel
Upaya Ade Rezki Pratama Tekan Angka Stunting di Limapuluh Kota 

Berita Terkait

Senin, 21 Oktober 2024 - 10:17 WIB

Deteksi AFib Untuk Mencegah Stroke Lebih Mudah Dengan OMRON Complete

Minggu, 11 Agustus 2024 - 21:19 WIB

Anggota DPR RI Ingatkan Masyarakat untuk Cerdas Mengkonsumsi Produk

Minggu, 21 Juli 2024 - 22:18 WIB

Aurelius Hospital Negeri Sembilan: Destinasi Wisata Medis Terbaik di Malaysia dengan Layanan Kelas Dunia

Rabu, 13 Desember 2023 - 22:50 WIB

Ade Rezki Pratama Dorong Penggunaan Sediaan Farmasi dan Alat Kesehatan Produksi Dalam Negeri

Rabu, 29 November 2023 - 17:26 WIB

Ini Kelebihan Pembalut Organik untuk Kulit dan Kesehatan Reproduksi Wanita

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB