Padang, Prokabar — Direktur Pusat Studi Pariwisata Universitas Andalas, Sari Lenggogeni mengapresiasi kolaborasi antara sejumlah BUMN, Pemko Padang dan Pegiat dalam Gerakan Sungai Bersih yang akan diselenggarakan Minggu (29/7) depan.
Menurutnya, selama ini yang menjadi permasalahan adalah pengelolaan kebersihan. Berdasarkan riset yang dilakukan dalam beberapa tahun belakang pada paserta Iven Tour De Singkarak, sebagian besar atlet memang tidak memungkiri keindahan Sumatera Barat namun banyak sampah dan jorok.
“Permasalahan ini harus berkesinambungan untuk menyelesaikannya. Gerakan ini hanya sebagai starter atau pemanasan,” ungkapnya dalam persiapan Gerakan Sungai Bersih, Sabtu (21/7).
Dirinya mencontohkan, diluar negeri kepedulian dan budaya menjaga kebersihan sudah ditanamkan sejak usia dini. “Diluar negeri, anak-anak TK bukan lagi hanya membuang sampah pada tempatnya tapi sudah pada tahap daur ulang. Maka itu pendidikan usia sejak dini harus kita tanamkan disini,” terangnya.
Lebih lanjut ia menambahkan bahwa media mempunyai peranan penting dalam menciptakan kepedulian terhadap lingkungan yang bersih.
“Saat ini yang dapat mempengaruhi masyarakat adalah media. Seperti yang kita lihat, saat sesuatu telah viral atau booming maka masyarakat akan tergerak dan peduli. Karena selain sanksi dari pemerintah, sanksi sosial sangat memberikan efek jera,” terangnya.
Sejalan dengan yang diutarakan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumbar, Heranof Firdaus mengatakan bahwa gerakan-gerakan kepedulian sudah berjalan di berbagai kalangan masyarakat namun hanya saja belum masif. Menurutnya, dengan banyaknya pemberdayaan tentang gerakan seperti ini akan menstimulan masyarakat untuk terlibat.
“Aksi seperti ini akan menjadi bola salju, dengan bersama-sama kita sampaikan sehingga mendorong masyarakat untuk peduli dan terlibat. Jadi memang harus lebih banyak informasi tentang kebersihan,” ujarnya.
Dirinya berharap, Gerakan Bersih Sungai ini tidak hanya di kota Padang saja, “Gerakan ini harus ditularkan ke Kabupaten Kota lainnya, karena sungai dan pantai itu saling bertautan, dan tentang kebersihan ini untuk semua pihak bukan hanya pemerintah atau masyarakat saja,” jelasnya.
Sementara itu, Zuhrizul salah seorang pelaku wisata berharap banyak lomba-lomba seputar kebersihan sehingga dapat memotivasi masyarakat, “Pemerintah bisa mengadakan lomba kampung bersih arau kampung hijau, sehingga masyarakat terpacu untuk peduli. Karena jika hanya sekedar sanksi saja kadang kerap tidak berjalan,” harapnya. (hdp)
















