Kesehatan

Ini Empat Faktor Penyebab Masalah Kesehatan Jemaah Haji Indonesia

Mekkah, Prokabar — Kasus kesakitan, kematian, dan juga semua jenis penyakit yang terjadi pada jemaah haji Indonesia setiap tahun umumnya disebabkan oleh empat faktor utama yaitu air, suhu, kelelahan, dan adaptasi.

Hal ini diungkapkan oleh Eka Jusup Singka Kepala Pusat Kesehatan Haji Kementerian Kesehatan, saat memberi arahan pada para Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) pada Jumat (12/7) di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah.

“Seluruh petugas kelompok terbang (kloter), ketua regu (karu), ketua rombongan (karom), dan jemaah harus berkolaborasi untuk mengendalikan faktor-faktor tersebut salah satunya dengan program minum air bersama,” kata Eka melalui keterangan resmi yang diterima Minggu (14/7).

Untuk bidang kesehatan atau kedokteran haji itu secara prinsip ada empat faktor utama yang harus diperhatikan oleh petugas kesehatan haji yaitu kekurangan cairan atau dehidrasi, suhu atau cuaca yang panas, kelelahan fisik jemaah, dan kemampuan beradaptasi dengan lingkungan yang baru.

Penanganannya bagaimanapun itu harus melakukan rehidrasi untuk mengembalikan kecukupan cairan. Bagi jemaah yang sehat, dianjurkan untuk sesering mungkin minum air mineral atau air zam-zam tanpa menunggu haus. Sementara bagi yang sedang sakit atau terlihat lemas, segera diberikan infus yang adekuat.

Menghadapi suhu yang tinggi di Arab Saudi, sengatan panasnya harus dikendalikan atau dihindari. Caranya adalah dengan menggunakan alat pelindung diri (APD) yang benar dan lengkap. Jemaah juga harus bisa mengendalikan aktivitasnya, jangan terlalu memaksakan diri.

Masa tinggal jemaah haji di Arab Saudi selama sekitar 40 hari tentu harus diatur dengan baik. Jemaah harus mengatur waktu istirahat yang cukup, agar pada saat puncak haji punya stamina prima.

Keempat ialah kemampuan beradaptasi. Sejauh mana jemaah bisa menyesuaikan diri dengan kondisinya saat di tanah suci. Karena kalau kita tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitar, maka salah satunya dapat terjadi stres atau bahkan gangguan kejiwaan berat.

“Jadi ini adalah kunci di mana saya sampaikan kepada seluruh TKHI dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) untuk memperhatikan empat faktor ini,” kata Eka. (*/hdp)

Berani Komen Itu Baik

Loading...
To Top