Trending | News | Daerah | Covid-19

Kesehatan

Ini Dia Indikator Daerah yang Siap Terapkan New Normal

Dibaca : 345

Jakarta, Prokabar — Dalam menentukan suatu daerah bisa kembali kepada aktivitas ekonomi yang produktif dan aman (new normal) dari Covid-19, pemerintah menggunakan indikator kesehatan masyarakat berbasis data.

Ketua Tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito mengatakan, kriteria ini sesuai dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

“Kami menggunakan pendekatan atau kriteria epidemiologi, surveilans kesehatan masyarakat, serta pelayanan kesehatan,” kata dia dilansir Minggu (31/5).

Nasrul Abit Indra Catri

Dari kriteria tersebut, ada 11 indikator yang ditetapkan diantaranya, penurunan jumlah kasus selama dua minggu sejak puncak terakhir (targetnya lebih dari 50 persen penurunan untuk setiap daerah atau wilayah). Penurunan jumlah yang meninggal dan penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di rumah sakit.

Juga Penurunan kasus ODP atau PDP yang dirawat di rumah sakit, serta kenaikan jumlah yang sembuh dan selesai pemantauan.

Selain itu, kenaikan jumlah pemeriksaan laboratorium yang meningkat di mana positivity rate-nya harus di bawah 5 persen. “Dan tentunya yang terakhir menggunakan pendekatan RT atau R-T yang disebut angka reproduktif efektif kurang dari 1,” jelas dia.

Sesuai dengan kriteria tersebut, ada 102 kabupaten/ kota yang masuk zona hijau atau tidak terdampak Covid-19.

“Di seluruh Indonesia cukup banyak yang berwarna hijau dan ada juga nanti yang berwarna kuning yaitu resiko rendah, resiko sedang berwarna orange dan risiko tinggi yang berwarna merah,” jelas dia.

Menurut dia, masyarakat perlu meningkatkan ketahanan kesehatan dari Covid-19 dengan menggunakan masker, jaga jarak, dan cuci tangan.

“Perilaku ini harus dilakukan secara baik oleh individu maupun secara bersama-sama secara kolektif,” kata dia.

Apabila perilaku ini bisa dilakukan sampai dengan 70 persen masyarakat Indonesia, maka dipastikan virus ini akan sulit untuk berkembang biak. (*)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top