Trending | News | Daerah | SemenPadangFC

Ekonomi

Indonesia Travel and Tour Award Berikan Penghargaan Bagi The Hero of Indonesia Tourism

Foto Beb - Panca saat menyerahkan penghargaan bagi The Hero of Indonesia Tourism

Jakarta, Prokabar – Pariwisata disebut sebagai sektor penghasil devisa negara terbesar. Perlu adanya susunan yang dibuat ‘Integrated Master Plan’ agar kedepannya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif jadi tulang punggung Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusbandio saat membuka rangkaian Indonesia Travel and Tourism Awards (ITTA) 2019/2020 di Upperroom Annex Building, Jakarta.

“Pengembangan ekonomi kreatif akan terus dikembangkan dengan cara menyediakan event MICE, dan juga event tourism. Pariwisata dan ekonomi kreatif akan menjadi tulang punggung Indonesia ke depan,” ucap Menteri Wishnutama dalam sambutannya.

Setelah satu dekade berlayar di dunia pariwisata Indonesia, ITTA jadi pelopor ajang penghargaan bagi industri pariwisata. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kontribusi dunia tentang pariwisata di Indonesia.

“Penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi bagi ibu bapak sekalian yang telah memajukan sektor pariwisata di Indonesia. Pantaslah saya katakan bila hadirin sebagai The Hero of Indonesia Tourism,” ucap Panca Sarungu selaku Presiden ITTA Foundation di acara gala dinner.

Foto Beb - Panca Sarungu, Presiden ITTA Foundation saat diwawancarai awak media

Foto Beb – Panca Sarungu, Presiden ITTA Foundation saat diwawancarai awak media

Berbeda dengan tahun sebelumnya, ITTA kali ini mengusung konsep baru yaitu 77 kategori (tahun sebelumnya 74 kategori). Selain hospitality yang berkesempatan mendapatkan penghargaan, ITTA juga menambahkan ‘Top Hospitality Leader’ dan empat special kategori.

“Spesial kategori lainnya yaitu, Most Creative Advertising of National Tourism Organization, Most Improving of Nasional Tourism Organization, Indonesia Leading Independent Multi-Function Hall dan National Organization of the Year,” sebut Panca.

Penilaian ITTA disebutkan Panca menggunakan tiga tahapan yang sangat ketat dan terbuka. “Metode penilaian kita pakai masih sama. Jadi menggunakan tiga tahapan. Yaitu voting melalui Facebook, kerjasama dengan Binus Bussines School dan kami memiliki 12 board of advisor (BOA),” tambahnya lagi.

Panca berharap dengan bertambahnya usia ke sepuluh tahun, ITTA ingin lebih mengapresiasi lebih pada siapa saja yang berhasil memajukan industri pariwisata Indonesia.

”Dengan bertambahnya usia lndonesia Travel and Tourism Awards, maka ITTA Foundation ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Salah satunya adalah Iebih mengapresiasi organisasi atau institusi, travel agent, dan tidak lupa teman-teman yang sudah bekerja di belakang layar untuk memajukan industri pariwisata Indonesia,” pungkas Panca. (beb)

Berani Komen Itu Baik
Tirto.ID
Loading...
To Top