Imbauan Dewan Pers! Media Massa Dilarang Ikuti Media Sosial

Penulis -

Rabu, 26 Juni 2019 - 19:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Prokabar – Diskusi menarik tentang ‘Pers Di Pusaran Demokrasi’ sekaan mengingatkan kembali akan fungsi pers dalam penyajian berita yang benar kepada masyarakat.

Apalagi di tengah pusaran demokrasi sekarang ini, insan pers diwajibkan meredam bahkan merelaksasi panasnya dunia politik. Seperti yang disampaikan Agus Sudibyo, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers pada rekan media di acara diskusi FMB 9 di Ruang Serba Guna, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Rabu (26/5).

“Sekedar mengingatkan bila kita sebagai insan pers harus bisa merelaksasi dunia politik. Meredakan ‘urat-urat’ politik yang dirasa kaku dan tegang. Agar masyarakat tidak terpengaruh dan memperuncing keadaan karena satu berita,” ungkap Agus dihadapan awak media yang hadir.

Salah satu yang menjadi perhatian Dewan Pers ketika pemberitaan hoax bermunculan. Asalnya pun sudah diketahui dari media sosial yang tak bertanggungjawab. Agus pun mengimbau pada rekan media untuk tidak mengikuti media sosial.

Foto Beb – Agus Sudibyo, Ketua Komisi Hubungan Antar Lembaga Dewan Pers saat mengimbau rekan media agar tidak memperuncing suasana dalam pemberitaan

“Pers jangan menjadi follower media sosial, yang mengandung hoax yang tidak mengandung konfirmasi dan verifikasi. Kita harus jadi good journalism bermanfaat yang bisa mengolah data yang didapat dari lapangan bukan dari media sosial,” tegasnya.

Banyaknya platform media sosial yang menyajikan data yang tak akurat justru diikuti sejumlah media arus utama. “Jadi ketika adanya pembatasan terhadap media sosial yang terjadi kemarin, masyakarat kembali mempercayai media konvensional,” ujar Agus.

Ketika peluang itu terjadi, media diharapkan menjadi panduan bagi masyarakat dalam perolehan berita yang akurat.

“Ternyata masyarakat masih butuh pemberitaan dari pers sesungguhnya. Untuk itulah kita yang bertanggungjawab dalam pemberian informasi sekiranya bisa meredam apa yang tengah terjadi. Intinya jangan memperuncing keadaan apalagi sampai merusak persatuan bangsa,” pungkasnya. (beb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan
‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter
Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru
“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith
Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa
Sinetron Baru SCTV “Beri Cinta Waktu” Hadirkan Chemistry Manis Rayn Wijaya, Adhisty Zara, dan Yesaya
Harris Vriza & Febby Rastanty Ceritakan Chemistry di Sinetron SCTV “Cinta di Bawah Tangan”
Pemain Sinetron Cinta Sedalam Rindu SCTV Bagikan Pengalaman Syuting

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:37 WIB

Di Balik Kisah Penuh Konflik, Para Bintang Wajah Cinta Yang Lain Ungkap Pengalaman Tak Terlupakan

Jumat, 22 Mei 2026 - 09:11 WIB

‘Istiqomah Cinta’ Kian Memikat, Para Pemain Beberkan Hubungan Antar Karakter

Minggu, 18 Januari 2026 - 13:26 WIB

Chemistry Kakak-Adik, Oliver dan William Roberts Bikin Asmara Gen Z Makin Seru

Jumat, 9 Januari 2026 - 17:14 WIB

“Jejak Duka Diandra”, Sinetron Terbaru SCTV Hadirkan Romansa Kelam Rio Dewanto dan Michelle Ziudith

Jumat, 12 Desember 2025 - 15:03 WIB

Kisah Aluna dan Galaxy di Sinetron SCTV “Cinta Sedalam Rindu” Kian Menguras Emosi Pemirsa

Berita Terbaru

Daerah

Tidak Semua Anak Pulang ke Rumah yang Sama 

Rabu, 7 Okt 2026 - 12:01 WIB

Artikel

Pukul 23.00 WIB, Uang Tak Laku Lagi di Pasaman

Selasa, 6 Okt 2026 - 20:33 WIB