Trending | News | Daerah | Covid-19

Bola

Hanya Tinggal 240 Jam, Eduardo Almeida tak Punya Waktu yang Mewah


Oleh: Rizal Marajo (Wartawan Utama)

Dibaca : 1.1K

Tidaklah terlalu mengejutkan kalau Semen Padang FC kalah dari Persis Solo dalam ujicoba di Stadion Manahan, Kamis Sore. Cuma, saya agak kaget sedikit dengan skor akhir. Empat gol tanpa balas, sepertinya terlalu banyak. Skor yang membuat nama besar semen Padang, plus label eks tim Liga 1 agak tercederai.

Tapi sudahlah, itu hanya sebuah ujicoba yang dimana-mana tujuan utamanya adalah mencari bahan untuk analisis, evaluasi, atau koreksi atas kekurangan-kekurangan yang masih terlihat dalam tim.

Sejak tim Semen Padang mulai berkumpul 8 Februari, hal yang selalu saya khawatirkan, bahkan membuat saya agak “nyinyir” menulis di media adalah soal singkatnya waktu persiapan dan pelatih harus berpacu dengan waktu. Apalagi tim dibebani target maksimal juara Liga 2, yang artinya lolos ke Liga 1 2021.

Karenanya saya masih percaya, bahwa persiapan adalah salah satu kunci yang menentukan sukses tidaknya sebuah tim dalam kompetisi. Persiapan yang matang setidaknya 50 persen jadi faktor penunjang keberhasilan di kompetisi. Proses tidak akan mengkhianti hasil.

Ketika pemain-pemain kaliber M. Nur Iskandar, Gilang Ginarsa, Ahmad Maulana, Ricky Ohorella, Johanis Tjoe, Vendry Mofu, Johan Yoga, dan lain-lainnya eks Liga 1 merapat ke Indarung, para pecinta Semen Padang seperti langsung terbius virus optimis.

Mereka yakin, dengan materi pemain seperti itu bukan mimpi yang terlalu tinggi bisa kembali ke Liga 1. Memang dibandingkan skuad-skuad tim pesaing Kabau Sirah di Wilayah barat yang saya pantau dari berbagai media, layak disebut skuad Semen Padang salah satu yang paling mentereng.

Cuma, masalahnya tak sesederhana itu. Pelajaran digebuk Persis Solo telah menjawab semuanya. Bahwa nama populer, skuad mentereng, ditambah pula pelatih bule sehebat Eduardo Almeida sebagai sutradara, tetap membutuhkan sebuah proses dan adaptasi melalui sebuah tahapan persiapan pramusim yang memadai.

Kalau diperbandingkan persiapan kedua tim, Persis Solo sudah memulai latihan perdana menyongsong Liga 2 2020 sejak 20 November 2019. sementara, Semen Padang baru berkumpul 8 Februari 2020. Dua bulan lebih perbedaannya rentang waktu persiapan kedua tim.

Bandingkan pula progres persiapan kedua tim, Persis Solo sudah masuk tahap siap tempur berkompetisi. Bahkan ujicoba mereka mereka sudah selesai menjajal tim-tim Liga 1. Artinya, ujicoba melawan Semen Padang statusnya adalah, Persis Solo sudah menurunkan lagi level lawan uji tandingnya menjadi tim selevel. Mereka menang besar, itu sebuah sinyal mereka sudah sangat siap berkompetisi baik secara teknis maupun mentalitas. .

Semen Padang? jika menyimak ucapan Almeida bahwa timnya sedang berproses, dan masih banyak sisi yang perlu dibenahi, itu benar adanya. Karena memang timnya belum teruji ketika baru berujicoba dengan tim seperti Rajawali FC, UNY, PPSM Magelang, plus Badak Lampung yang senasib.

Makanya ketika berhadapan dengan Persis Solo yang ibaratnya sudah pasang kuda-kuda tempur berkompetisi, maka sisi persiapan tim menjadi faktor pembeda hasil akhir pertandingan.

Sekarang, hitung mundur menuju kick off Liga 2 hanya tinggal 10 hari lagi. Apa yang akan dilakukan Almeida dalam waktu singkat? Pria 42 tahun itu hanya punya waktu 240 jam lagi untuk menggenjot dan membuat timnya siap tempur. Bukan waktu yang mewah bagi Pria Lisabon itu.

Tidak hanya itu, jika draft jadwal Liga 2 tak berubah, maka Semen Padang akan memulai perjalanannya di Liga 2 dengan dua pertandingan away beruntun, melawan PSPS Riau dan PSMS Medan. Tentunya bukan hal yang mudah mengawali kompetisi di kandang lawan.

Pada titik ini, seorang Eduardo Almeida akan benar-benar diuji kapabilitas dan kompetensinya sebagai seorang pelatih. Untungnya, pria yang satu ini tetap tenang, cool, dan optimis dia akan bisa membuat timnya kompetitif di kompetisi Liga nanti. Bahkan dia tak peduli ada perubahan regulasi soal tahapan menuju Liga 1. “Tidak masalah, regulasi tetap regulasi, itu lebih fair.”ujarnya santai usai timnya digebuk Persis Solo.

Walau begitu, dia juga harus dibantu manajemen tim yang sigap, tangkas, profesional, dan bisa memastikan Semen Padang benar-benar siap juga berkompetisi dari sisi non teknis. Misalnya soal administrasi tim yang berkaitan dengan regulator Liga, atau hak-hak pemain sudah clear.

Selamat berkompetisi, Kabau Sirah. (mht)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top