Jakarta, Prokabar – Setelah Puteri Lingkungan (Vania Fitryanti Herlambang) dan Puteri Pariwisata (Wilda Octaviana Situngkir) berangkat menuju ajang kontes kecantikan internasional, kini giliran Sonia Fergina Citra (Puteri Indonesia 2018) mewakili Indonesia di Miss Universe 2018 di Bangkok, Thailand.
Puteri Indonesia wakil daerah Bangka Belitung ini akan mengikuti karantina Miss Universe yang berlangsung dari tanggal 29 November mendatang. Sonia akan berjuang mengharumkan nama Indonesia hingga malam puncak Grand Final, 16 Desember.
Jelang keberangkatannya, Yayasan Puteri Indonesia (YPI) menggelar pagelaran busana di Aula Sasono Wiwoho Mangunsarkoro, Menteng Jakarta Pusat. Sonia begitu cantik dan menawan dengan balutan busana karya desainer berbakat Indonesia.
Simak yuk, ke enam balutan busana karya anak bangsa :
Gaun Etnik karya desainer Anaz
Kali ini Anaz menampilkan perpaduan antara kain songket Palembang dengan bordiran bermotif bulu burung Merak. Burung Merak sendiri melambangkan kecantikan dan keanggunan. Tidak lupa taburan mutiara yang menjadi ciri khas gaun rancangan Anaz ini.

Pengadilan Kerajaan Jawa karya desainer Ghea Panggabean
Konsep desain Ghea Panggabean selalu menerjemahkan dan merombak warisan dari inspirasi tekstil antik, kostum dan perhiasan tapi belum abadi. Mengambil tema dari pengadilan Kerajaan Jawa semangat budaya Jawa. Gaya elegan modis kaya dalam warna, motif dengan khusus yang indah. Mengggunakan teknik emas/prada bahan sutera chiffons, satin dan beludru juga border dengan benang emas seperti dipakai oleh royalti di Jawa.

Tropical Vibes karya desainer Tommy Pancamurti
Warna kuning berarti optimis, ceria, menyenangkan dan bahagia. Sedangkan wana biru berarti komunikatif dapat dipercaya dan menenangkan. Motif jeruk sendiri mnggambarkan manfaatnya yang beragam baik untuk kesehatan dan kecantikan. Siluet gaun yang seksi namun tetap anggun dengan silk melayang mencerminkan keanggunan wanita Indonesia. Modern dan siap membaur dan berkompetisi dengan dunia luar.

Anaphalis Javanica karya desainer Anaz
Gaun malam dengan nuansa keemasan ini mengambil tema Anaphalis Javanica. Terinspirasi dari keindahan bunga edelweiss yang tumbuh terhampar di padang savanna pegunungan Jawa. Bunga Edelweiss sebagai simbol keabadian dan kecantikan dilambangkan dengan taburan Kristal dan mutiara yang menambah keanggunana gaun mala mini.

Kebaya karya desainer Anne Avantie
Balutan kebaya karya Anne Avantie menarik perhatian pageant lovers. Kebaya modern dipadukan celana bahan batik menciptakan kecantikan tersendiri bagi Sonia. Kulitnya yang putih seakan memancar dengan jubah batik yang menawan.

Kostum Nasional “Bird of Paradise” karya Dynand Fariz (Jember Fashion Carnaval)

Keelokan burung Cendrawasih atau sering dijuluki Bird of Paradise (burung surga) ini menginspirasi Dynand Fariz menciptakan karya National Costume Miss Universe 2018. Keindahan dan keeksotisan warna, serta geraknya yang anggun, menghipnotis siapa pun yang melhatnya. Teksturnta haus serta berwarna merah marun, kuning dan putih menjadi kesatuan yang indah dan mencolok dalam balutan kostum ini. (beb)
















