Jakarta, Prokabar — Perkembangan dunia estetik-medik di Indonesia menunjukkan geliatnya. Edukasi tentang bagaimana memilih klinik kecantikan dengan tenaga medis profesional menjadi tolak ukur masyarakat.
Dasar inilah yang membuat Perdaweri (Perhimpunan Dokter Anti Penuaan, Wellness, Estetik & Regeneratif Indonesia) terus memberikan edukasi melalui ajang seminar dan workshop bertaraf internasional, ISWAM (International Annual Scientific Meeting).
Memasuki tahun ke sepuluh, ISWAM yang kini menjadi ajang seminar dan workshop di bidang estetik terbesar se Asia Pasific (ketiga terbesar sedunia) tengah menghadapi tantangan.
Hal tersebut disampaikan Dr Teguh Tanuwidjadja, M. Biomed (AAM) di acara pembukaan ISWAM 2019 di ICE BSD.
“Di era globalisasi ekonomi dampaknya menyentuh bidang estetika. Melalui ISWAM tahun ini, kami tidak hanya mengupas tentang ilmiah saja. Melainkan membahas tentang hal-hal yang bersifat menunjang keberhasilan pelayanan dan ekonomi bisnis di bidang estetik medik,” jelas Dr Teguh.

Menjawab tantangan yang dihadapi ISWAM mengajak tiga organisasi estetika medik dari luar negeri. Seperti, International Medical & Aesthestic Conference Exhibition (IMACE)-Malaysia (diwakili Dr Ungku Shahrin), Society of Aesthestic Medicine Singapore (Dr Felix Li), Korean Aesthestic Surgery and Laser Society (Dr Young Kim) serta dari Indonesia, Presiden Perdaweri (Prof DR Dr Abdul Razak Thaha, M.SC., Sp.GK).
Kedepannya, ISWAM melalui organizer PT Perdesti Global Medicom (PGM) bekerjasama degan Reed Exhibitions Indonesia (sebuah company besar dunia yang memfokuskan dirinya dalam bidang penyelenggaraan pameran) akan menyelenggarakan pameran bertajuk International Fair for Aesthetic Medicine (IFAM).
Ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan (MoU), kedua organizer ini akan melangsungkan pameran spektakuler di tahun 2020.

“Kami sangat senang menyambut kolaborasi kedua belah pihak yang membawa keunikannya masing-masing yang akan saling melengkapi dan memperkuat penyelenggaraan pameran dan seminar. Apalagi PT PGM telah melakukan pekerjaan yang menakjubkan selama 10 tahun belakangan ini dengan membangun dan mengembangkan ajang seminar terkemuka untuk para professional di industri estetika,” jelas Michelle Lim, Presiden Direktur dari PT Reed Exhibitions Indonesia.
“Bersama Reed Exhibitions Indonesia, kami menargetkan pameran ini untuk menjadi tolak ukur pameran di industry serupa yang ada di Asia Tenggara,” ujar Michelle menambahkan. (beb)
















