Jakarta, Prokabar – Sebelum menjadi penikmat kuliner Nusantara, Dian Sastrowardoyo punya pengalaman tak enak terhadap makanan.
Malah waktu kecil pemeran Aruna di film Aruna dan Lidahnya ini termasuk anak yang tak suka makan.
“Terus terang sejak kecil saya bukan anak yang suka makan,” aku Dian kepada prokabar.com saat acara promo filmnya, belum lama ini.
Alasan Dian tak suka makan rupanya masakan yang tersedia di rumahnya itu tak menggugah selera.
Bahkan pemeran Cinta di Ada Apa Dengan Cinta ini merasa setiap kali makan adalah hukuman yang harus dijalani.
“Saya rasa makan itu sepeti di hukum. Nggak tahu mungkin masakan di rumah saya nggak terlalu enak. Makanan mbaknya membosankan banget. Lodeh lagi lodeh lagi mana nggak sedap lagi,” curhatnya.

Karena harus mengisi perut, mau tak mau Dian harus makan seadanya. Alhasil sampai 6 SD Dian merasa ‘terhukum’ tiap kali di jam makan.
“Kalau nggak salah itu sampai kelas enam saya merasa di hukum kalau makan itu. Kenal makanan yang itu-itu saja dan kurang berselera,” tambahnya lagi.
Beruntung setelah juru masak keluarga berhenti kerja, Dian mendapat penggantinya yang jauh lebih baik. Dian mulai dikenalkan dengan masakan variatif dan rasanya menggugah selera.
“Ganti mbak dan masakannya enak banget. Saat itu saya mulai makan sambel. Saya mulai belajar kalau di dalam piring itu kehadiran makanan itu harus rame-rame,” jelasnya.
Dian malah mengibaratkan menu makanan yang disantapnya itu sebagai alunan musik yang senada.
“Ada nasinya, sayurnya, lauknya, sambalnya dan kerupuk juga. Itu diracik dalam satu suapan masing-masing elemen makanan itu harus hadir dalam satu suapan,” sebutnya.

Berlagak seperti pencicip makanan profesional, Dian pun menilai makanan yang enak. “Ketika masuk mulut, diprosesnya bersama sama sehingga sensasi yang keluar itu itu sepeti simfoni. Musik orkestra, big band atau musik klasik yang tercipta saat semua makanan masuk ke mulut,” seloroh Dian mengenang masa kecilnya. (beb)
















