Trending | News | Daerah | Covid-19

Nasional

Gali Potensi Pariwisata di Masa Pandemi, GSUI Lakukan Ekspedisi Kebangsaan ‘Hadir Untuk Indonesia’

Dibaca : 182

Jakarta, Prokabar — Semangat 75 tahun Kemerdekaan RI jadi panduan Gerakan Seribu untuk Indonesia (GSUI) tetap jadi inspirasi bagi masyarakat. Setelah berbagai aksi sosial yang dilakukan sejak pandemi melanda Indonesia, GSUI kembali hadir menyasar sektor pariwisata.

Bekerjasama dengan Asosiasi Pariwisata Nasional (Asparnas), Trisakti Untuk Indonesia, Milenial Cinta Budaya (MCB) dan didukung oleh Brabus Indonesia dan Global CEO Indonesia, GSUI membentuk tim ekspedisi Hadir Untuk Indonesia (HUI) 2020.

Ekspedisi Kebangsaan Tahunan dari Sabang hinga Merauke ini rencananya akan melakukan perjalanan awal di dua daerah yaitu Jawa Barat dan Jawa Tengah, 5 – 11 Oktober mendatang.

“Perhatian utama ekspedisi ini adalah untuk memunculkan ‘Semangat Bangkit’ bagi para pelaku bisnis di dunia pariwisata domestik dan UMKM pendukungnya, baik secara langsung maupun tidak langsung,” ucap Muhanto Hatta mewakili GSUI.

Safari perjalanan darat ini misinya untuk mendatangi, menggali dan meliput serta memberitakan potensi unggulan serta ‘surga’ tersebunyi di pulau-pulau terbesar di Indonesia.

Seperti Kasepuhan Cirebon, Kasepuhan Cipta Gelar dan beberapa pariwisata di daerah Cilacap, Sragen, Magelang dan Surakarta juga potensi UMKM di Rajapolah, Tasikmalaya dan masih banyak lagi.

“Ekspedisi ini tidak hanya menyasar sektor pariwisata saja, pegiat seni, lingkungan, ekonomi kerakyatan, pedidikan, sosial dan budaya pun menjadi sasaran tim HUI,” tambahnya.

Pada ekspedisi ini, Tim HUI akan menyusuri sejumlah titik singgah yang penuh dengan kearifan lokal dan mewakili kriteria dasar yang ditentukan. Diantaranya tentang, pembangunan desa, ketahanan nasional, peran BUMN & BUMD, pendidikan umum, ekonomi kerakyatan, sosial, budaya, tempat bersejarah hingga potensi pariwisata yang belum populer.

“Kegiatan ini merupakan pergerakan pariwisata di era new normal dengan mengikuti protokol kesehatan. Jadi penghormatan bagi kita semua untuk menghargai karya ‘superhero’ lokal dengan cara membeli produk-produk di setiap daerah yang kita sambangi,” timpal Dr Ngadiman, Ketua Umum Asparnas.

Sebagai harapan dari gerakan ini adalah munculnya gerakan yang serupa yang dilakukan banyak komunitas untuk mendatangi objek wisata Indonesia. Tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang memadai.

“Ekosistem pariwisata lokal di Indonesia yang sebelumnya merupakan salah satu penyumbang terbesar bagi APBD dan APBN dapat kembali pulih bahkan mengingkat tajam,” sambung Ngadiman.

Dari perjalanannya nanti, Tim HUI akan mendokumentasikan sejarah perjalanan bangsa di Nusantara sebagai peringatan menuju 100 tahun kemerdekaan RI.

“Bentuknya berupa majalah digital dengan memberdayakan own media seperti web HUI, media sosial seperti Instagram, Facebook dan Youtube hingga membentuk media komunikasi umum terbuka seperti seminar dan workshop,” ujar Kris Tjandra (GSUI) menambahkan. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top