Festival Merapi 2018 Kembali Digelar

Penulis -

Minggu, 23 Desember 2018 - 08:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sleman, Prokabar — Pemerintah Kabupaten Sleman kembali menggelar Festival Merapi 2018 untuk kedua kalinya.  Agenda tahunan yang diinisiasi oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Sleman tersebut diselenggarakan mulai 22 sampai 23 Desember 2018.

Pelaksanaan Festival Merapi dibagi menjadi tiga tempat, yakni Embung Jetis Suruh Desa Donoharjo, Tlogo Putri Kaliurang, dan Lapangan Denggung.

Acara tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Sleman Sri Muslimatun, di Embung Jetis Suruh, Donoharjo, Kecamatan Ngaglik, Sleman, Sabtu (22/12) kemarin.

Dalam sambutannya ia berharap Festival Merapi 2018 dapat dijadikan ajang pementasan dan media kreativitas serta inovasi yang dilakukan para pelaku seni yang ada di Kabupaten Sleman.

Di samping itu diharapkan festival tersebut dapat menjadi media promosi pariwisata untuk menarik wisatawan berkunjung di wilayah Sleman.

“Saya harap festival ini menjadi wadah tampil hasil binaan dan pengembangan kesenian khususnya masyarakat di tingkat kecamatan yang merupakan pusat pengembangan seni dan budaya,” katanya.

Ke depannya ia berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan berkelanjutan secara dinamis, karena menurut dia pariwisata dan seni adalah bagian yang tak terpisahkan.

Dia mengatakan, inovasi seni budaya harus selalu dikembangkan guna meningkatkan daya tarik sektor wisata di Kabupaten Sleman.

“Kegiatan seperti ini juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat. Maka Festival Merapi 2018 ini kita adakan di beberapa tempat agar merata,” ungkap Wakil Bupati Sleman.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Sudarningsih mengatakan, festival tersebut merupakan event seni, budaya, dan pariwisata yang diselenggarakan untuk menyambut musim libur Natal dan Tahun Baru.

Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan sejak tahun 2017 tersebut dapat menjadi suguhan dan sajian kepariwisataan yang dapat meningkatkan gairah pariwisata di Kabupaten Sleman.

“Ini salah satu event berskala besar di Kabupaten Sleman. Saya berharap dapat menarik wisatawan baik lokal maupun mancanegara,” ucapnya.

Festival Merapi 2018 tersebut dilaksanakan selama 30 jam, yakni mulai 22 Desember 2018 pukul 08.30 WIB sampai  23 Desember 2018 pukul 14.30 WIB. Durasi tersebut 6 jam lebih lama dibandingkan acara yang sama pada tahun lalu yang berdurasi 24 jam.

Pada festival tersebut turut disemarakkan oleh lebih dari 900 pengisi acara dan 33 grup seni. Hiburan yang ditampilkan antara lain; Dalijo, Ketoprak Cepet, Sendratari Roro Jonggrang TWC, Jathilan Gondang Pusung, Wayang Kawul, Reog Dadak Merak, Barongsai Putra Mataram, dan banyak lagi.

Kelompok yang tampil adalah grup seni budaya di masyarakat yang secara filosofi muncul dari tiga aliran sungai yang berhulu di Merapi, yakni Opak, Kuning, dan Gendol. Tema yang diusung adalah “Gebyar Seni Lereng Merapi”.

Pada Pembukaan Festival Merapi 2018 tersebut, Wakil Bupati Sleman sekaligus meresmikan Embung Jetis Suruh. Embung tersebut diharapkan menjadi tujuan wisata baru yang ramah difabel.

Peresmian ditandai dengan penebaran benih ikan oleh Sri Muslimatun dan diikuti oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Sleman. Pada kesempatan tersebut juga diumumkan pemenang Festival Film Sleman. (*/hdp)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf
Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik
‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo
Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay
40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia
Dispar Padang Berikan Pelatihan Tata Kelola, Bisnis Dan Pemasaran Destinasi Pariwisata
Pelaku Usaha di Pantai Air Manis Ikuti Pelatihan Kebersihan Lingkungan, Sanitasi dan Pengelolaan Sampah
Training Top Leader Sumatra And Beyond, Peserta Puas Dapat Pengalaman Sarat Makna

Berita Terkait

Senin, 2 September 2024 - 20:53 WIB

Daerah Istimewa Yogyakarta Jalani Program Beti Dewi Kemenparekraf/Baparekraf

Selasa, 30 Juli 2024 - 21:21 WIB

Dorong Pelaku Parekraf Desa Wisata di Malang, Menparekraf Kemas Paket Wisata Menarik

Jumat, 26 Juli 2024 - 09:54 WIB

‘Beti Dewi’ Program Kemenparekraf Tingkatkan Promosi Digital Desa Wisata Labuan Bajo

Selasa, 11 Juni 2024 - 19:16 WIB

Tingkatkan Daya Saing, Dinas Pariwisata Padang Gelar Pelatihan Pengelolaan Usaha Homestay

Sabtu, 18 Maret 2023 - 18:17 WIB

40 Desa Wisata Sumbar Masuk Nominasi 500 Desa Terbaik di Indonesia

Berita Terbaru

Peninjauan ke kawasan Pasar Tanah Kongsi.

Daerah

Tanah Kongsi Bersolek Jadi Pusat Kuliner Heritage

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:56 WIB

Bola

Ini Starting Line Up PSP Melawan Mataram Utama

Sabtu, 30 Mei 2026 - 17:00 WIB