Trending | News | Daerah | Covid-19

Musik

Ezra Mandira, Gitaris HIVI di @Se2ruan : “Punk, Rock, Instrumental Berlabuh di Pop”

Dibaca : 142

Jakarta, Prokabar – Live Instagram @Se2ruan yang dipandu penyanyi Ifan Ohsi memasuki episode ke 17. Acara obrolan santai bareng musisi kali ini menghadirkan gitaris HIVI, Ezra Mandira.

Selama satu jam lamanya, putra penyanyi yang juga artis peran legendaris Dina Mariana ini mengisahkan tentang perjalanan musiknya sebelum bergabung dengan HIVI.

Sebelum jauh bercerita tentang perjalannya, Ezra sejak kecil sudah dikenalkan dengan dunia musik. Hanya saja dirinya tak diharuskan tenggelam di industri musik seperti sekarang ini.

“Ibu secara tidak langsung nggak mengarahkan ke musik juga. Yang penting tau nada dan not, saya belajar piano, keyboard waktu kecil. Memang tidak sampai mengenal industri musik itu seperti apa,” jelas Ezra membuka perbincangan.

Hingga duduk di bangku SMP, Ezra bertemu dengan teman-teman yang suka musik. Berkat pergaulannya, Ezra mulai mendalami alat musik gitar dan bass.

“Diajakin nge-band sama teman-teman. Wah seru juga nih, belajar gitar dan bass. Akhirnya keterusan karena lingkungan juga mendukung,” kisah Ezra yang juga mendalami aliran rock dan punk.

Berbeda dengan zamannya nge-band semasa SMP, Ezra berubah haluan mendalami aliran instrumental. Mengikuti perkembangan musik ke arah pop, Ezra pun mulai ‘mengulik’ karya penyanyi kenamaan.

“Dulu ngikuti Top 40 di radio isinya kan kebanyakan pop. Ngulik karya alm Chrisye, Glenn Fredly, Chandra Darusman, Fariz RM dan masih banyak lagi. Kok asyik juga, banyak juga yang suka dengan Pop,” ujar Ezra yang menyebut cikal bakal dirinya berlabuh di aliran pop.

Singkat cerita di tahun 2009, Ezra kemudian membentuk Band bernama HIVI. Sebagai formasi awal, Dalila (Dea), Ilham Aditama, Febrian Nindyo dan Ezra Mandira. Kini posisi vokalis tergantikan oleh Neida Aleida setelah Dea memutuskan bersolo karir 2016 lalu.

“Mundurnya Dea, ngagetin banget karena kita juga tidak bisa memaksakan keputusannya. Merasa mati lampu, ibaratnya sudah jalan dan tau arahnya tiba tiba di ruangan mati lampu. Dihadapkan pilihan berada di kegelapan atau mencari cahaya lain,” akunya.

Apa yang jadi alasan HIVI ‘klop’ dengan Neida? “Karakternya berbeda dengan Dea. Personality nya nggak beda jauh sama teman teman. Karena memang kita bukan dari apa-apa, start dari zero. Begitu juga dengan Neida yang sama sekali belum pernah berada di industri musik,” jelas Ezra.

Hingga rilis tiga album, ‘Say Hi! To HIVI’ (2012), ‘Kereta Kencan’ (2017) dan ‘Ceritera’ (2019), personil HIVI selalu ‘keroyokan’ dalam berkarya. “Artinya satu sama lain saling mengisi. Nggak ada pembagian tugas siapa yang harus ciptakan lagu, kita sama sama berkarya,” tambahnya.

Ketika ditanya salah satu single yang paling disukai, Ezra menyebut judul ‘Jatuh Bangkit Kembali’. “Semua album suka, tapi kalau disuruh pilih lagu ini karena spiritnya terasa. Jadi semangat lagi untuk menjalani hidup,” aku Ezra.

Diluar kesibukannya sebagai personil HIVI, ayah satu putera ini tengah melanjutkan pendidikan S2. Ezra berharap kedepannya ingin berbagi ilmu menjadi tenaga pengajar di lingkungan akademik.

“Ingin coba hal baru jadi pengajar, sharing ilmu. Jadi sekarang berbagi fokus antara pendidikan, band dan keluarga. Rencana ingin buat proyek sama ibu recycle lagu-lagu lawas. Sudah di list lagu apa saja, tapi belum terlaksana,” pungkas Ezra. (beb)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top