Trending | News | Daerah | Covid-19

Daerah

Enam Dokter  di RSUD Padang Pariaman Dipindahtugaskan ke BKPSDM, Karena Alasan Ini

Dibaca : 2.0K

Padang Pariaman, Prokabar – Aksi unjuk rasa dokter dan karyawan beberapa waktu lalu, ceritanya menjadi panjang. Pemkab Padang Pariaman memindahkan enam dokter spesialis, yang dianggap sebagai pimpinan aksi tersebut ke Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia. Posisi itu sama saja dengan non job.

Selain itu, Direktur RSUD, Lismawati dinonaktifkan dari jabatannya dan diambil alih Dinas Kesehatan.

Nama-nama Dokter yang dipindah tugaskan tersebut yakni Dr. Efriadi,Sp.P, Dr. Musrineldi, Sp.B, Dr. Mardijas Efendi, Sp.M, Dr. Yermita, Sp.PA, Dr. Taufik Hidayat, Sp.KK, Dr. Mensyuknil Sp.Ot.

Menurut Wakil Bupati Padang Pariaman, Suhatri Bur kepada Prokabar.com, pemerintah daerah mengambil kebijakan tersebut agar segala kisruh dapat teratasi. Sehingga pelayanan bisa kembali normal.

“Kami pemerintah daerah lebih mengutamakan pelayanan terhadap masyarakat. Dan sejak diambil alih, Alhamdulillah pelayanan masyarakat sudah terlayani dengan baik.” Kata Suhatri Bur.

Wakil Bupati juga menjelaskan bahwa pemindahan para dokter sebagai bentuk pembinaan. Selama ini, dari laporan masyarakat, dokter tersebut tidak disiplin.

“Tidak ada pemberhentian, karena itu bukan kewenangan Pemda Padang Pariaman. Kita menempatkan mereka di BKPSDM hingga waktu yang belum bisa kita pastikan,” ujar Suhatri Bur.

“Angggapan selama ini bahwa Dokter spesialis itu jumawa, tanpa mereka, pelayanan rumah sakit jadi terhenti. Paradigma itu harus patut dihilangkan,”lanjutnya.

Ia juga mengungkapkan pemerintah juga sudah mengakomodir keinginan mereka, dengan menonaktifkan dan mengambil alih jabatan Direktur untuk sementara waktu dipegang oleh Kadis Kesehatan. “Akan tetapi setelah diambil alih mereka ini masih mogok lagi, dengan meminta hitam di atas putih. Padahal itu sudah kebijakan langsung Bupati,” Tutup Wakil Bupati Padang Pariaman tersebut. (rud)


Baca Juga :

Berani Komen Itu Baik
To Top