Edy Rahmayadi Mundur Sebagai Ketum PSSI

Penulis -

Minggu, 20 Januari 2019 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badung, Bali, Prokabar – Edy Rahmayadi akhirnya memutuskan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), setelah memimpin sejak tahun 2016.

Hal itu disampaikan dalam kongres tahunan yang digelar di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1).

Edy, yang juga gubernur Sumatera Utara, menganggap dirinya gagal menjalankan organisasi dan berharap seluruh elemen PSSI tetap akur.

Dia menegaskan, keputusannya untuk mundur dari jabatan ketua umum PSSI adalah keputusan yang terbaik untuk bangsa Indonesia.

Baca Juga :  Lawan Persikotas di Lanjutan 32 Besar, PSP Fokus Penguasaan Lini Tengah

“Tidak ada yang menekan saya untuk mundur. Ini adalah keputusan yang terbaik untuk bangsa,” ujar Edy usai menyampaikan pidato pengunduran dirinya dalam kongres tahunan PSSI.

Menurut mantan Pangkostrad itu, memimpin PSSI menjadi tantangan paling sulit yang dihadapi dalam hidupnya.

Dia mengakui dalam beberapa hal dirinya gagal membawa PSSI menjadi lebih baik sejak memimpin tahun 2016.

“Sudah dilarang mengatur skor, terjadi pengaturan skor. Ada perkelahian juga. Itu kan berarti saya gagal. Jangan sampai karena satu atau dua orang PSSI terganggu. Mari kita doakan pemimpin berikutnya lebih jaya,” tutur Edy.

Baca Juga :  Pembukaan DCL 2026 Digelar Secara Serentak Pada 8 Zona

Karena itu, dia pun meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia terutama pencinta sepak nasional atas semua kekurangannya selama memimpin PSSI.

Dengan mundurnya Edy, pucuk organisasi PSSI untuk sementara dijabat oleh Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono.

Joko bisa saja saja memimpin sampai tahun 2020, tahun berakhirnya era kepengurusan yang dilantik tahun 2016.

Namun, jika para pemilik suara (voters) meminta untuk segera melakukan pergantian ketua umum, mekanisme yang dilakukan adalah melalui kongres luar biasa (KLB).

Baca Juga :  Lawan Persikotas di Lanjutan 32 Besar, PSP Fokus Penguasaan Lini Tengah

Regulasi tersebut diterangkan dalam pasal 30 Statuta PSSI. Di sana tertulis, KLB bisa digelar jika 50 persen atau 2/3 delegasi membuat permohonan tertulis untuk itu.

KLB akan diadakan oleh komite eksekutif PSSI tiga bulan setelah permintaan resmi itu diterima. Seandainya tidak juga digelar, anggota dapat melangsungkan kongres sendiri atau bisa pula meminta bantuan FIFA.(*/mbb)

Follow WhatsApp Channel prokabar.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lawan Persikotas di Lanjutan 32 Besar, PSP Fokus Penguasaan Lini Tengah
Pembukaan DCL 2026 Digelar Secara Serentak Pada 8 Zona
PSP Padang Pimpin Klasemen Sementara Grup S, Usai Kalahkan Persimaju Mamuju
Timnas Indonesia Menang lagi, Taklukkan Mozambik 1 – 0
PSP Siap Tempur, Pemain Diminta Bermain Lebih Tenang Hadapi Persimaju
Semen Padang FC Umumkan Susunan Tim Kepelatihan untuk Liga 2 Musim 2026/2027: Kembalinya Nil Maizar dan Kolaborasi Lokal yang Solid
Mengenal Stadion-Stadion di Piala Dunia FIFA 2026
Awal Laga DCL 2026 Siguntur FC Tambil Gemilang Sehingga Dapat Pujian Dari Bupati Annisa

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:44 WIB

Pembukaan DCL 2026 Digelar Secara Serentak Pada 8 Zona

Selasa, 9 Juni 2026 - 23:02 WIB

PSP Padang Pimpin Klasemen Sementara Grup S, Usai Kalahkan Persimaju Mamuju

Selasa, 9 Juni 2026 - 22:19 WIB

Timnas Indonesia Menang lagi, Taklukkan Mozambik 1 – 0

Selasa, 9 Juni 2026 - 14:49 WIB

PSP Siap Tempur, Pemain Diminta Bermain Lebih Tenang Hadapi Persimaju

Selasa, 9 Juni 2026 - 09:47 WIB

Semen Padang FC Umumkan Susunan Tim Kepelatihan untuk Liga 2 Musim 2026/2027: Kembalinya Nil Maizar dan Kolaborasi Lokal yang Solid

Berita Terbaru

Daerah

Ada WNA di Lubuk Sikaping Imigrasi Langsung Selidiki

Jumat, 12 Jun 2026 - 19:43 WIB